@phdthesis{digilib78143, month = {June}, title = {PRAKTIK SOSIAL KLAN AL-?ABD AL-LAT DALAM NOVEL MADIH LI NISAA? AL-?A?ILAH KARYA MAHMUD SYUQAIR (PERSPEKTIF SOSIOLOGI PIERRE BOURDIEU)}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22201012001 Zulfa Khuriyatul Farah}, year = {2025}, note = {Dr. Moh. Wakhid Hidayat, S.S., M.A.}, keywords = {Praktik Sosial Burdieu; Klan Badui Palestina; Tradisionalis-Modernis}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78143/}, abstract = {Pergolakan sosial Palestina sering diteliti dari perspektif perjuangan rakyat Palestina untuk merebut kembali tanah mereka dari Israel. Penelitian ini menemukan peristiwa pergolakan sosial lain yang digambarkan dalam salah satu novel penulis Palestina, Ma{\d h}m{\=u}d Syuqair terkait transformasi budaya tradisional ke modern. Novel ini menggambarkan komunitas klan badui yang terbagi dalam dua kubu: penganut tradisi dan pendukung modernitas. Penelitian ini penting untuk dilakukan guna mengevaluasi praktik sosial dan dominasi di dalam klan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji klan al-?Abd al-L{\=a}t, habitus, modal, arena, dan praktik yang melingkupinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang mengkaji praktik sosial klan al-?Abd al-L{\=a}t pada novel Mad{\=i}{\d h} li Nis{\=a}? al-?{\=A}?ilah karya Ma{\d h}m{\=u}d Syuqair menggunakan pendekatan sosiologi Pierre Bourdieu. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah novel Mad{\=i}{\d h} li Nis{\=a}? al-?{\=A}?ilah karya Ma{\d h}m{\=u}d Syuqair yang diterbitkan pada tahun 2015 di Beirut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa klan al-?Abd al-L{\=a}t adalah klan Badui Palestina yang hidup secara semi-nomaden. Klan ini mengalami transformasi dari gaya hidup tradisional menuju modern di Bariyyat pra dan pasca-Nakba tahun 1948. Pergulatan para anggota klan ini memunculkan praktik demokrasi dan anti-fanatisme; parktik mata pencaharian sebagai buruh; praktik pergeseran selera busana dan hiburan dari tradisional ke selera modern; praktik pernikahan sebagai persoalan kolektif klan, praktik hierarki di dalam klan; dan praktik subordinasi dan diskriminasi terhadap perempuan. Pergolakan di dalam klan al-?Abd al-L{\=a}t yang disebabkan oleh transformasi budaya dari tradisional ke modern menyebabkan adanya resistensi parsial yang dimenangkan oleh dominasi pihak modernis. Meskipun modernitas pada akhirnya mampu memengaruhi gaya hidup klan sebagai praktik sosial, tetapi patriarki dan diskriminasi terhadap perempuan masih mengakar kuat. Secara garis besar, novel ini menyiratkan kritikan terhadap patriarki dan konservatisme berlebihan yang melingkupi kehidupan klan.} }