<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)&#13;
MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION AND RISK&#13;
ASSESSMENT (HIRA) DAN HAZARD AND OPERABILITY STUDY&#13;
(HAZOP) (STUDI KASUS: BENGKEL LAS KANG ASEP)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22106060004</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ikhsan Arya Pamungkas</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tergolong ke dalam faktor penting yang&#13;
harus ada pada setiap proses produksi barang ataupun jasa. Salah satu tempat usaha&#13;
yang memproduksi barang adalah Bengkel Las Kang Asep. Secara umum bengkel&#13;
tersebut memproduksi pagar, tralis, dan kanopi, namun juga dapat memproduksi&#13;
berbagai macam produk custom lainnya. Berdasarkan hasil observasi awal ditemui&#13;
permasalahan berupa penggunaan APD yang tidak lengkap, tempat pengelasan&#13;
yang tidak tetap sehingga menyebabkan bengkel menjadi penuh dengan bahanbahan&#13;
yang akan di las, banyaknya tumpukan barang-barang yang mengganggu&#13;
pergerakan orang, dan tidak adanya rambu-rambu keamanan yang dapat menunjang&#13;
keselamatan kerja. Selain itu, didapati riwayat kecelakaan kerja seperti tersengat&#13;
listrik akibat kabel yang terkelupas, tangan tergores akibat penanganan bajan baku,&#13;
kaki terluka akibat tersandung bahan baku, terkena percikan las, terkena percikan&#13;
pemotongan material, dan mata pedih akibat asap dan cahaya pengelasan. Adanya&#13;
hal tersebut menjadikan risiko K3 di bengkel tersebut penting untuk dianalisis dan&#13;
memberikan perlakuan risiko guna meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja.&#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hazard identification and Risk&#13;
Assesment (HIRA) dan Hazard and Operability Study (HAZOP) yang mengikuti&#13;
proses manajemen risiko ISO 31000. Hasil penelitian ini, menunjukkan adanya 14&#13;
sumber bahaya yang menghasilkan 23 risiko kecelakaan kerja. Level risiko yang&#13;
didapat bervariasi dengan rincian, 2 risiko kategori extreme, 9 risiko kategori high,&#13;
6 risiko kategori medium, dan 6 risiko kategori low. Sedangkan untuk perlakuan&#13;
risiko didapati sebanyak 4 tindakan sesuai hierarki pengendalian risiko, diantaranya&#13;
substitution, engineering controls, administrative controls, dan PPE.&#13;
Kata kunci: HAZOP, HIRA, ISO 31000, K3, Risiko.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">670 Teknik Industri</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-19</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>