<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>HIFDZ AL-NASL DALAM PEMENUHAN HAK ANAK KELUARGA&#13;
JAMAAH TABLIGH DI YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 23203012004</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rafliyanto, S.Hum</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan&#13;
pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara&#13;
mendalam dengan tujuh informan yang terdiri atas empat anggota Jamaah Tabligh&#13;
yang telah berkeluarga, dua pengurus komunitas yang terlibat dalam&#13;
pengorganisasian khurūj dan tafaqqud aḥwāl, serta satu anak dari keluarga Jamaah&#13;
Tabligh di Yogyakarta. Data sekunder diperoleh dari literatur, dokumen, dan&#13;
peraturan perundang-undangan yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan&#13;
melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara&#13;
deskriptif-analitis.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan hak anak selama ayah&#13;
melaksanakan khurūj fī sabīlillāh dilakukan melalui penyediaan nafkah sebelum&#13;
keberangkatan, pembagian peran pengasuhan kepada ibu, komunikasi antara ayah&#13;
dan keluarga, pendidikan agama dalam keluarga, serta dukungan komunitas melalui&#13;
mekanisme tafaqqud aḥwāl dan nuṣrah ahliyyah. Pemenuhan kebutuhan materiil&#13;
anak diperkuat melalui persiapan ekonomi keluarga dan bantuan sosial komunitas,&#13;
sedangkan kebutuhan non-materiil dipenuhi melalui perhatian emosional,&#13;
pendidikan agama, pembiasaan ibadah, dan penguatan peran ibu sebagai pengasuh&#13;
utama. Faktor-faktor yang memengaruhi pemenuhan hak anak meliputi kesiapan&#13;
ekonomi keluarga, kualitas komunikasi suami-istri dan ayah-anak, kapasitas ibu&#13;
dalam pengasuhan, dukungan komunitas, serta internalisasi nilai-nilai dakwah&#13;
dalam kehidupan keluarga. Analisis menunjukkan bahwa praktik khurūj fī&#13;
sabīlillāh dalam keluarga Jamaah Tabligh di Yogyakarta dilaksanakan bersamaan&#13;
dengan berbagai mekanisme perlindungan terhadap anak sehingga pemenuhan&#13;
kebutuhan materiil, emosional, pendidikan, dan spiritual anak tetap berlangsung&#13;
selama ayah melaksanakan aktivitas dakwah.&#13;
Kata Kunci: Hak Anak, Jamaah Tabligh, Khurūj Fī Sabīlillāh, The Best&#13;
Interests of the Child, Ḥifẓ al-Nasl.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Ilmu Syariah</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-24</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>