%0 Thesis %9 Skripsi %A Tirta Sekar Arum Dyah Yuna Kusuma Supriyadi, NIM.: 22106030008 %B FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI %D 2026 %F digilib:78168 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K edible film, pati ubi jalar putih, gliserol-sorbitol %P 166 %T SINTESIS EDIBLE FILM DARI PATI UBI JALAR PUTIH (Ipomea batatas L.) DENGAN PENAMBAHAN PLASTICIZER GLISEROL-SORBITOL DAN TiO2 SERTA APLIKASINYA PADA ANGGUR HIJAU (Vitis vinifera L.) %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78168/ %X Penelitian mengenai pembuatan edible film dari pati ubi jalar putih dengan penambahan plasticizer gliserol-sorbitol dan TiO2 sebagai pengemas buah anggur hijau telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh perbandingan konsentrasi plasticizer gliserol-sorbitol terhadap sifat fisik dan mekanik, dan mengidentifikasi pengaruh penambahan TiO2 dengan konsentrasi plasticizer gliserol-sorbitol terbaik terhadap zona hambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphyloccocus aureus serta terhadap masa simpan buah anggur hijau dengan parameter uji susut bobot. Edible film dibuat dengan metode gelatinisasi menggunakan pati ubi jalar putih 5 gram, plasticizer gliserol-sorbitol (100:0, 75:25, 50:50, 25:75, dan 0:100), dan TiO2 (1, 2, 3, dan 4%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan plasticizer gliserol-sorbitol (p<0,05) berpengaruh terhadap parameter ketebalan, kuat tarik, elongasi, dan modulus young, tetapi (p>0,05) tidak berpengaruh terhadap parameter laju transmisi uap air. Edible film dengan plasticizer gliserol-sorbitol dengan variasi konsentrasi 25:75 memiliki nilai parameter terbaik dengan ketebalan 0,1333 mm, kuat tarik 5,4601 Mpa, elongasi 38,2064%, modulus young 0,1486 Mpa, dan laju transmisi uap air 2,5567 g.m-2.jam-1. Penambahan TiO2 pada edible film berbahan dasar pati ubi jalar putih dengan konsentrasi plasticizer gliserol-sorbitol terbaik tidak memberikan pengaruh terhadap pembentukan zona hambat bakteri Escherichia coli maupun Staphylococcus aureus. Selain itu, pengujian susut bobot pada buah anggur hijau (p<0,05) berpengaruh terhadap hari ke-1 dan 3 masa penyimpanan, tetapi (p>0,05) tidak berpengaruh pada hari ke-6, 9, 13, dan 15. Kata Kunci: edible film, pati ubi jalar putih, gliserol-sorbitol, TiO2, anggur hijau %Z Endaruji Sedyadi, S.Si., M.Sc.