<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>SINTESIS EDIBLE FILM DARI PATI UBI JALAR PUTIH&#13;
(Ipomea batatas L.) DENGAN PENAMBAHAN PLASTICIZER&#13;
GLISEROL-SORBITOL DAN TiO2 SERTA APLIKASINYA&#13;
PADA ANGGUR HIJAU (Vitis vinifera L.)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22106030008</mods:namePart><mods:namePart type="family">Tirta Sekar Arum Dyah Yuna Kusuma Supriyadi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian mengenai pembuatan edible film dari pati ubi jalar putih dengan&#13;
penambahan plasticizer gliserol-sorbitol dan TiO2 sebagai pengemas buah anggur&#13;
hijau telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh&#13;
perbandingan konsentrasi plasticizer gliserol-sorbitol terhadap sifat fisik dan&#13;
mekanik, dan mengidentifikasi pengaruh penambahan TiO2 dengan konsentrasi&#13;
plasticizer gliserol-sorbitol terbaik terhadap zona hambat pertumbuhan bakteri&#13;
Escherichia coli dan Staphyloccocus aureus serta terhadap masa simpan buah&#13;
anggur hijau dengan parameter uji susut bobot. Edible film dibuat dengan metode&#13;
gelatinisasi menggunakan pati ubi jalar putih 5 gram, plasticizer gliserol-sorbitol&#13;
(100:0, 75:25, 50:50, 25:75, dan 0:100), dan TiO2 (1, 2, 3, dan 4%). Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa penambahan plasticizer gliserol-sorbitol (p&lt;0,05)&#13;
berpengaruh terhadap parameter ketebalan, kuat tarik, elongasi, dan modulus young,&#13;
tetapi (p&gt;0,05) tidak berpengaruh terhadap parameter laju transmisi uap air. Edible&#13;
film dengan plasticizer gliserol-sorbitol dengan variasi konsentrasi 25:75 memiliki&#13;
nilai parameter terbaik dengan ketebalan 0,1333 mm, kuat tarik 5,4601 Mpa,&#13;
elongasi 38,2064%, modulus young 0,1486 Mpa, dan laju transmisi uap air 2,5567&#13;
g.m-2.jam-1. Penambahan TiO2 pada edible film berbahan dasar pati ubi jalar putih&#13;
dengan konsentrasi plasticizer gliserol-sorbitol terbaik tidak memberikan pengaruh&#13;
terhadap pembentukan zona hambat bakteri Escherichia coli maupun&#13;
Staphylococcus aureus. Selain itu, pengujian susut bobot pada buah anggur hijau&#13;
(p&lt;0,05) berpengaruh terhadap hari ke-1 dan 3 masa penyimpanan, tetapi (p&gt;0,05)&#13;
tidak berpengaruh pada hari ke-6, 9, 13, dan 15.&#13;
Kata Kunci: edible film, pati ubi jalar putih, gliserol-sorbitol, TiO2, anggur hijau</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Kimia Analitis</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-14</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>