<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>POSISI DAN RELASI STAKEHOLDER DALAM MENGEMBANGKAN DESTINASI WISATA: STUDI KASUS BAKPIA JUWARA SATOE, YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22107020046</mods:namePart><mods:namePart type="family">Konia Permata Putri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pengembangan Bakpia Juwara Satoe sebagai destinasi wisata tidak hanya&#13;
ditentukan oleh pengelolaan suatu objek wisata, tetapi juga dipengaruhi oleh&#13;
keterlibatan berbagai stakeholder yang saling berinteraksi dalam suatu jaringan.&#13;
Bakpia Juwara Satoe merupakan salah satu usaha mengalami transformasi melalui&#13;
industri berbasis produksi menjadi destinasi wisata edukasi sehingga melibatkan&#13;
pemerintah, pemilik usaha, masyarakat, serta peran teknologi digital dalam proses&#13;
pengembangannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi posisi masingmasing&#13;
stakeholder,menganalisis relasi dan kontribusinya dalam pengembangan&#13;
Bakpia Juwara Satoe sebagai destinasi wisata, serta menganalisis strategi&#13;
pengembangan melalui penggunaan media sosial dan promosi digital. Penelitian ini&#13;
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Lokasi penelitian&#13;
berada di Bakpia Juwara Satoe, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah&#13;
Istimewa Yogyakarta. Data diperoleh melalui observasi, wawancara , dan&#13;
dokumentasi dengan informan yang terdiri atas pemerintah, pemilik usaha, dan&#13;
masyarakat. Validitas data dilakukan menggunakan triangulasi teknik dan&#13;
triangulasi sumber, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan&#13;
Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Bakpia Juwara Satoe sebagai&#13;
destinasi wisata merupakan hasil hubungan antara aktor manusia dan aktor non&#13;
manusia dalam suatu jaringan. Pemerintah berperan sebagai fasilitator melalui&#13;
dukungan kebijakan dan pembinaan, pemilik usaha berperan sebagai pengelola&#13;
sekaligus penggerak utama pengembangan destinasi, sedangkan masyarakat&#13;
berkontribusi melalui dukungan sosial, ekonomi, dan partisipasi terhadap aktivitas&#13;
wisata. Selain itu, media sosial dan promosi digital berfungsi sebagai aktor non&#13;
manusia yang memperkuat penyebaran informasi, membangun citra destinasi,&#13;
memperluas jangkauan promosi, serta menghubungkan berbagai stakeholder.&#13;
Berdasarkan perspektif Actor-Network Theory (ANT), keberhasilan pengembangan&#13;
Bakpia Juwara Satoe tidak hanya ditentukan oleh peran masing-masing aktor, tetapi&#13;
juga oleh hubungan, kolaborasi, dan jaringan yang terbentuk di antara aktor&#13;
manusia maupun non-manusia dalam mendukung keberlanjutan destinasi wisata&#13;
berbasis produksi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">301 Sosiologi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-28</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>