<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>STRATEGI INTEGRATIF LITERASI DIGITAL DAN BERPIKIR KRITIS DALAM PENGELOLAAN INFORMASI DIGITAL: STUDI KASUS MULTI-SITUASI PADA MAHASISWA S1 PAI SEMESTER VI FITK UIN SUNAN KALIJAGA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 24204011017</mods:namePart><mods:namePart type="family">N.S Lubbi Abdur Rahman Wakhid</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Perkembangan ekosistem digital meningkatkan arus informasi sekaligus penyebaran misinformasi dan hoaks di media sosial. Meskipun Generasi Z memiliki kemampuan adaptasi teknologi yang tinggi, kemampuan literasi informasi dan berpikir kritis masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengelolaan informasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI), proses berpikir kritis dalam menilai kredibilitas informasi digital, integrasi literasi digital dan berpikir kritis, serta adaptasi strategi pada platform Instagram, WhatsApp, dan TikTok.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multi-situasi terhadap sepuluh mahasiswa aktif Program Studi PAI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber, teknik, dan teori untuk menjamin keabsahan data.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menerapkan strategi pengelolaan informasi melalui seleksi awal, verifikasi silang, evaluasi kredibilitas sumber, validasi informasi, dan pertimbangan dampak sebelum menyebarkan informasi. Proses berpikir kritis mencakup interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Selain itu, strategi pertahanan terhadap hoaks terbentuk melalui integrasi disposisi berpikir kritis, literasi digital, dan keterampilan berpikir kritis. Strategi tersebut juga bersifat adaptif sesuai karakteristik platform, yaitu berfokus pada kredibilitas akun di Instagram, verifikasi berlapis di WhatsApp, dan regulasi emosi serta penelusuran sumber pada TikTok.&#13;
Kata kunci: Literasi Digital, Berpikir Kritis, Pengelolaan Informasi Digital, Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, Media Sosial.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Agama Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>