@phdthesis{digilib78193, month = {June}, title = {PERSEPSI MAHASISWA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PADA TREN BRAVE PINK DI INSTAGRAM}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22102010070 Muhammad Reynold Assiddiq}, year = {2026}, note = {Taufik Rahman, M.Sos.}, keywords = {aktivisme digital; Brave Pink; instagram}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78193/}, abstract = {Fenomena tren Brave Pink sebagai aktivisme visual digital pasca aksi 17+8 Tuntutan Rakyat 2025 menunjukkan bagaimana simbol warna digunakan sebagai medium baru solidaritas dan perlawanan sipil di media sosial Indonesia. Penelitian ini berangkat dari pertanyaan bagaimana persepsi mahasiswa Universitas Islam Indonesia terhadap tren Brave Pink di Instagram. Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana mahasiswa UII memaknai Brave Pink sebagai simbol, menempatkan, serta mengaitkannya dengan nilai keadilan sosial, etika Islam, dan identitas mereka sebagai generasi muda Muslim di kampus Islam moderat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori proses persepsi (seleksi, organisasi, interpretasi), melalui wawancara mendalam terhadap enam mahasiswa UII dari berbagai fakultas yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Salda{\~n}a yang meliputi pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, disertai triangulasi sumber, metode, dan member check untuk menjamin keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa UII pada umumnya mempersepsikan Brave Pink sebagai simbol solidaritas digital dan perlawanan terhadap ketidakadilan yang sejalan dengan nilai keadilan sosial dan prinsip Islam, sekaligus mengakui adanya dimensi aktivisme permukaan dan FOMO yang dinegosiasikan melalui kebutuhan pemahaman yang memadai. Tren ini tidak dipandang sekadar sebagai gaya estetik, melainkan sebagai pintu masuk informasi, medium ekspresi moral, dan ruang interaksi simbolik di mana identitas keislaman, kesadaran politik, dan budaya kampus UII berkelindan dalam praktik aktivisme digital.} }