<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS MISKONSEPSI SISWA MENGGUNAKAN THREETIER&#13;
TEST DIAGNOSTIC DALAM MENYELESAIKAN SOAL&#13;
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS PADA&#13;
MATERI TRANSFORMASI GEOMETRI</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22104040046</mods:namePart><mods:namePart type="family">Savira Devi Fairuz Izdihar</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kemampuan koneksi matematis merupakan aspek penting dalam pemahaman&#13;
konsep matematika yang terintegrasi antar topik dan penerapan dalam kehidupan&#13;
sehari-hari. Namun, masih banyak siswa kelas XI mengalami miskonsepsi&#13;
khususnya pada materi transformasi geometri yang menghambat pemahaman&#13;
secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa&#13;
dalam menyelesaikan soal kemampuan koneksi matematis pada materi transformasi&#13;
geometri serta menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya miskonsepsi.&#13;
Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis&#13;
penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Banguntapan&#13;
pada kelas XI F A 2 dan XI F A 3 tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan&#13;
data menggunakan instrumen three-tier test diagnostic, angket faktor penyebab&#13;
miskonsepsi, observasi proses pembelajaran, dan wawancara siswa yang&#13;
mengalami miskonsepsi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dalam&#13;
dua tahapan, yaitu analisis hasil tes diagnostik three-tier test dan analisis data nontes&#13;
(angket, wawancara, dan observasi) menggunakan analisis deskriptif analitik.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Miskonsepsi ditemukan pada&#13;
seluruh indikator kemampuan koneksi matematis. Miskonsepsi tertinggi ditemukan&#13;
pada indikator koneksi dengan kehidupan sehari-hari, diikuti oleh koneksi antar&#13;
representasi, koneksi antar topik matematika, dan koneksi dalam topik transformasi&#13;
geometri. Jenis miskonsepsi yang terkonfirmasi meliputi miskonsepsi teoritikal,&#13;
miskonsepsi korelasional, dan kesalahan interpretasi bahasa. 2) Penyebab&#13;
miskonsepsi berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor yang paling&#13;
dominan adalah faktor diri siswa. Selain itu, miskonsepsi juga dipengaruhi oleh&#13;
lingkungan belajar, penggunaan sumber belajar, dan pembelajaran yang masih&#13;
berorientasi prosedural.&#13;
Kata Kunci : miskonsepsi, three-tier test, kemampuan koneksi matematis,&#13;
transformasi geometri, faktor penyebab miskonsepsi</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">510.7 Pendidikan Matematika</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-15</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>