<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>IMPLEMENTASI PROGRAM MORNING LANGUAGE DALAM MEMBENTUK KEDISIPLINAN DAN AKHLAK MULIA SISWA DI MTS AL-HADI II KASIHAN BANTUL</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22104010108</mods:namePart><mods:namePart type="family">Fachruddin</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pendidikan Agama Islam (PAI) di era modern menuntut inovasi pembiasaan yang mampu membentuk kedisiplinan dan akhlak mulia siswa secara holistik. Program Morning Language yang dilaksanakan setiap pagi di MTs Al-Hadi II Kasihan Bantul menjadi salah satu alternatif strategi pembentukan karakter melalui pembiasaan penggunaan bahasa Arab, Inggris, dan Jawa Krama yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman. Namun, implementasi program ini menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi teknis pelaksanaan maupun kesiapan siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses perencanaan dan pelaksanaan Program Morning Language, menganalisis faktor pendukung dan penghambat, serta mengetahui dampaknya terhadap pembentukan kedisiplinan dan akhlak mulia siswa di MTs Al-Hadi II Kasihan Bantul.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala madrasah, guru pembina program, dan siswa kelas VIII. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Morning Language merupakan inovasi pembiasaan yang mencakup tiga aspek, yaitu inovasi produk (pembiasaan tiga bahasa), inovasi proses (kegiatan pagi terstruktur di lapangan dengan formasi lingkaran, materi kebahasaan, doa bersama, dan bersalaman), serta inovasi teknologi (penggunaan grup WhatsApp untuk pengiriman materi kepada orang tua). Program ini berhasil meningkatkan kedisiplinan siswa yang terlihat dari berkurangnya keterlambatan, terjaganya keutuhan jam tahfidz, dan kebiasaan membawa catatan materi. Pada aspek akhlak mulia, program menumbuhkan sikap ta’dzim (penghormatan) kepada guru melalui tradisi bersalaman serta kesantunan dalam berkomunikasi. Faktor pendukung meliputi komitmen lembaga, dukungan guru, dan partisipasi orang tua, sedangkan faktor penghambat antara lain keterbatasan kemampuan dasar bahasa Arab siswa dan variasi kedisiplinan antarkelas. Secara keseluruhan, program ini terbukti efektif sebagai media pembentukan karakter siswa meskipun capaian kebahasaan masih pada tahap pengenalan.&#13;
Kata Kunci: Program Morning Language, kedisiplinan, akhlak mulia, pembiasaan, Pendidikan Agama Islam, MTs Al-Hadi II.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Agama Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-06</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>