<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>EFEKTIVITAS MODEL PJBL-STEM UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN MEMFASILITASI KREATIVITAS SISWA PADA KONSEP ENERGI TERBARUKAN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22104050004</mods:namePart><mods:namePart type="family">Dinta Rahma Diya</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pemahaman konsep merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran fisika, sedangkan kreativitas merupakan salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang perlu dikembangkan melalui proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang berpotensi meningkatkan pemahaman konsep dan memfasilitasi kreativitas siswa adalah Project Based Learning berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (PjBL-STEM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran PjBL-STEM dalam meningkatkan pemahaman konsep dan memfasilitasi kreativitas siswa pada materi energi terbarukan.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain nonequivalent control group design. Sampel ditentukan menggunakan teknik cluster sampling, yaitu kelas XE 2 sebagai kelas kontrol dan kelas XE 3 sebagai kelas eksperimen. Data pemahaman konsep diperoleh melalui tes uraian pretest dan posttest, sedangkan kreativitas diukur menggunakan lembar observasi dan self assessment. Peningkatan pemahaman konsep dianalisis menggunakan skor N-gain, perbedaan peningkatan pemahaman konsep dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U, dan besarnya pengaruh model pembelajaran dianalisis menggunakan effect size. Kreativitas dianalisis secara kuantitatif deskriptif berdasarkan rata-rata skor.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor N-gain pemahaman konsep kelas eksperimen sebesar 0,70 (kategori sedang), lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,19 (kategori rendah). Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Effect size diperoleh sebesar &#13;
(kategori sedang). Kreativitas siswa memperoleh rata-rata skor 78 berdasarkan lembar observasi dan 79 berdasarkan self assessment, keduanya berkategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, model pembelajaran PjBL-STEM efektif meningkatkan pemahaman konsep dan memfasilitasi kreativitas siswa pada materi energi terbarukan.&#13;
Kata kunci: PjBL-STEM, Pemahaman Konsep, Kreativitas, Energi Terbarukan, Pembelajaran Fisika</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">530.7 Pendidikan Fisika</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-07-21</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>