TY - THES N1 - Drs. Mujahid, M.Ag. ID - digilib78226 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78226/ A1 - Alfarisyi Hasan, NIM.: 19104010132 Y1 - 2026/07/31/ N2 - Hubungan antarmanusia tidak terlepas dari konflik dan kezaliman sehingga memaafkan menjadi salah satu nilai penting dalam pendidikan akhlak. Penelitian terdahulu telah banyak mengkaji pemaafan dalam Surah Yusuf, namun umumnya berfokus pada aspek psikologis, regulasi emosi, atau tafsir tematik. Padahal, setiap mufasir memiliki penekanan dan konstruksi pemahaman yang berbeda terhadap konsep memaafkan. Dalam kajiannya terhadap Surah Yusuf ayat 88-92, Nouman Ali Khan memberikan penekanan yang khas terhadap landasan, bentuk, proses, tujuan, dan batasan memaafkan. Oleh karena itu, rekonstruksi konsep memaafkan berdasarkan kajiannya serta kajian mengenai relevansinya terhadap pendidikan akhlak masih perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep memaafkan menurut Nouman Ali Khan dalam kajian Surah Yusuf ayat 88-92 serta menjelaskan relevansinya terhadap pendidikan akhlak. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data utama berupa kajian Nouman Ali Khan terhadap Surah Yusuf ayat 88-92, sedangkan sumber pendukung berupa kitab tafsir, buku, artikel ilmiah, dan literatur lain yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi. Pengolahan data dilakukan melalui tahap seleksi data, verifikasi, pengelompokan data, dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep memaafkan menurut Nouman Ali Khan dapat direkonstruksi menjadi lima komponen, yaitu landasan, bentuk, proses, tujuan, dan batasan memaafkan. Landasan memaafkan terdiri atas takwa, sabar, dan ihsan yang diperkuat dengan sikap syukur kepada Allah. Bentuk memaafkan yang ditunjukkan Nabi Yusuf adalah magfirah, yaitu tidak mempermalukan pelaku dan mengarahkan mereka kepada ampunan Allah. Proses magfirah meliputi konfrontasi terhadap kesalahan, pengakuan dari pelaku, dan respons Nabi Yusuf yang tetap menjaga martabat pelaku. Tujuan memaafkan adalah mengajak pelaku kembali kepada Allah dan membuka jalan menuju pertobatan. Adapun batasan memaafkan menunjukkan bahwa magfirah tidak menghapus seluruh konsekuensi kesalahan serta tidak digunakan untuk membenarkan atau melindungi kezaliman. Rekonstruksi konsep tersebut relevan terhadap pendidikan akhlak karena memberikan landasan pembentukan akhlak memaafkan yang berpusat pada hubungan dengan Allah, pengendalian diri, pembinaan hubungan antarmanusia, serta keseimbangan antara kasih sayang dan tanggung jawab moral. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Rekonstruksi Konsep KW - Sifat Memaafkan KW - Magfirah KW - Nouman Ali Khan KW - Surah Yusuf KW - Pendidikan Akhlak M1 - skripsi TI - REKONSTRUKSI KONSEP MEMAAFKAN DALAM KAJIAN NOUMAN ALI KHAN TENTANG SURAH YUSUF AYAT 88-92 DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN AKHLAK AV - restricted EP - 107 ER -