@phdthesis{digilib78234, month = {June}, title = {TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU KEJAHATAN VANDALISME DI YOGYAKARTA}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22103040122 Muhammad Rafii? Setiadijaya}, year = {2026}, note = {Gilang Kresnanda Annas, M.H.}, keywords = {Kriminologi, Vandalisme Anak, Yogyakarta}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78234/}, abstract = {Tindak pidana vandalisme yang dilakukan oleh remaja merupakan salah satu bentuk kenakalan remaja yang masih sering terjadi di berbagai daerah, termasuk di Yogyakarta. Perilaku vandalisme tidak hanya menimbulkan kerusakan terhadap fasilitas umum maupun properti milik masyarakat, tetapi juga dapat mengganggu ketertiban dan keamanan lingkungan. Fenomena ini menunjukkan bahwa keterlibatan anak dalam tindak pidana tidak dapat dilepaskan dari faktor sosial dan psikologis yang melatarbelakanginya, sehingga perlu dikaji melalui pendekatan kriminologi. Dengan demikian, penelitian ini berfokus menganalisis faktor-faktor kriminologis yang menyebabkan anak melakukan tindak pidana vandalisme di Yogyakarta serta untuk mengetahui upaya pencegahan yang dilakukan oleh kepolisian dan Pekerja Sosial penegak hukum dalam menekan angka vandalisme. Teori Differential Association yang digagas oleh Edwin Shuterland dan Teori Penanggulangan Kejahatan yang digagas oleh G.P. Hoefnagels digunakan sebagai pisau analisis untuk membedah permasalahan ini. Metode penelitian yang diterapkan adalah yuridis empiris dengan bersifat deskriptif analitis untuk menggambarkan kondisi hukum di lapangan. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara dengan berbagai pihak terkait dan data sekunder melalui studi dokumentasi dan telaah kepustakaan peraturan perundang-undangan. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY dan Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja DIY. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan anak dalam tindak pidana vandalisme dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor psikologis, faktor keluarga, faktor lingkungan pergaulan, serta kurangnya pengawasan dari masyarakat. Berdasarkan teori Differential Association dan teori Penanggulangan Kejahatan, perilaku vandalisme dipelajari melalui proses interaksi sosial dalam lingkungan pergaulan yang memiliki kecenderungan melakukan perilaku menyimpang. Upaya pencegahan yang dilakukan oleh kepolisian dan Pekerja Sosial penegak hukum meliputi kegiatan penyuluhan hukum kepada pelajar, patroli keamanan di wilayah yang rawan kenakalan remaja, serta pembinaan dan rehabilitasi sosial terhadap anak yang berhadapan dengan hukum melalui program konseling dan pelatihan keterampilan di BPRSR DIY. Kata Kunci: Kriminologi, Vandalisme Anak, Yogyakarta} }