%0 Thesis %9 Skripsi %A Aisyah Miratil Hayati, NIM.: 22103080033 %B FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM %D 2026 %F digilib:78252 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Shrinkflation, Produk Makanan Ringan (Snack), Perlindungan Konsumen, UUPK, Maqāṣid al-Syarī'a %P 162 %T PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PRAKTIK SHRINKFLATION PADA PRODUK MAKANAN RINGAN (SNACK) DALAM PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN MAQASID SYARIAH %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78252/ %X Shrinkflation merupakan strategi pelaku usaha yang mengurangi ukuran, berat, atau volume produk dengan harga yang tetap atau bahkan naik, tanpa disertai pemberitahuan yang transparan kepada konsumen. Praktik ini telah teridentifikasi pada sejumlah produk makanan ringan (snack) populer di Indonesia, antara lain Momogi, Beng-Beng, Chiki Balls, Chitato, Taro Net, dan Oreo. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK), praktik ini berpotensi melanggar hak konsumen atas informasi yang benar, jelas, dan jujur sebagaimana diatur dalam Pasal 4 huruf c serta kewajiban pelaku usaha untuk beritikad baik sebagaimana diatur dalam Pasal 7 huruf a. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik shrinkflation pada produk makanan ringan di Yogyakarta ditinjau dari perspektif UUPK dan maqāṣid al-syarī'ah. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan yuridis-empiris dan analisis kualitatif yang bersifat deskriptif-analitik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan sepuluh narasumber konsumen, serta wawancara institusional dengan BBPOM Yogyakarta dan Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam produk yang diteliti terbukti mengalami pengurangan gramasi, dengan penurunan berkisar antara 4,4 persen (Chitato) hingga 67,9 persen (Momogi) dan kenaikan harga per gram antara 4,8 persen (Taro Net) hingga 211,1 persen (Momogi). Dari perspektif UUPK, praktik ini berada pada wilayah grey area karena pelaku usaha secara formal telah mencantumkan berat bersih pada kemasan, namun ketiadaan kewajiban notifikasi aktif berpotensi melanggar Pasal 4 huruf c, Pasal 7 huruf a, dan Pasal 10 UUPK. Dari perspektif maqāṣid al-syarī'ah, praktik ini bertentangan dengan prinsip perlindungan harta (ḥifẓ al-māl) dan kemaslahatan (maṣlaḥah) karena menciptakan ketidakseimbangan nilai dalam transaksi yang merugikan konsumen secara tersembunyi. Kata Kunci: Shrinkflation, Produk Makanan Ringan (Snack), Perlindungan Konsumen, UUPK, Maqāṣid al-Syarī'a %Z Ratna Fajariya Abidin S.H., M.H.