<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PEMAKNAAN PENGABDIAN ABDI DALEM KERATON YOGYAKARTA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22104010046</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nadia Fauziah Rachmawan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pendidikan Islam Multikultural dewasa ini dihadapkan pada tantangan besar&#13;
dalam merespons realitas masyarakat yang majemuk, khususnya di tengah&#13;
kompleksnya relasi antara agama dan budaya lokal. Salah satu praktik budaya yang&#13;
merepresentasikan sintesis antara Islam dan tradisi Jawa adalah pengabdian Abdi&#13;
Dalem di Keraton Yogyakarta, yang dijalankan dalam konteks kebersamaan lintas&#13;
keyakinan dengan orientasi pengabdian yang tidak bertumpu pada imbalan materi.&#13;
Fenomena ini menarik untuk dikaji karena menunjukkan adanya kesenjangan antara&#13;
pakem atau aturan pengabdian di Keraton dengan pemaknaan keagamaan pribadi&#13;
Abdi Dalem itu sendiri, sebagaimana diakui oleh salah satu Abdi Dalem yang&#13;
secara pribadi mempertentangkan penggunaan busana kemben karena dinilai belum&#13;
selaras dengan syariat Islam, namun tetap menjalankannya sebagai bentuk&#13;
kepatutan budaya Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna&#13;
pengabdian dalam tradisi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta serta menganalisisnya&#13;
dalam perspektif Pendidikan Islam Multikultural.&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bersifat deskriptif-interpretatif&#13;
dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian dilaksanakan di Kawedanan&#13;
Widyabudaya dan Urusan Keputren Keraton Yogyakarta dengan melibatkan 12&#13;
partisipan Abdi Dalem yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling&#13;
berdasarkan latar belakang keyakinan (muslim dan non-muslim), masa pengabdian&#13;
(senior dan junior), serta jenis kelamin. Data dikumpulkan melalui wawancara&#13;
semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan&#13;
teknik analisis data Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian&#13;
data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber&#13;
dan triangulasi teknik.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengabdian Abdi Dalem tidak&#13;
dimaknai semata-mata sebagai pelaksanaan tugas di lingkungan Keraton,&#13;
melainkan sebagai panggilan hidup yang dilandasi keikhlasan, amanah, dan&#13;
tanggung jawab. Pengabdian membentuk nilai-nilai spiritual seperti kesabaran, rasa&#13;
syukur, dan kerendahan hati, sekaligus memperkuat persaudaraan antar-Abdi&#13;
Dalem serta berperan sebagai media pelestarian dan pewarisan nilai budaya kepada&#13;
generasi berikutnya. Ditinjau dari perspektif Pendidikan Islam Multikultural, tradisi&#13;
pengabdian ini mengandung nilai religius, toleransi, humanisme, dan ukhuwah&#13;
yang terwujud melalui kebersamaan lintas keyakinan tanpa membedakan latar&#13;
belakang sosial. Dengan demikian, tradisi pengabdian Abdi Dalem Keraton&#13;
Yogyakarta memiliki relevansi sebagai praktik pendidikan nilai yang dapat dibaca&#13;
melalui perspektif Pendidikan Islam Multikultural.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.77 Pendidikan Agama Islam (Sekolah Islam, Pondok Pesantren, TPA, TPQ)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-08-18</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>