@phdthesis{digilib78255, month = {August}, title = {IMPLEMENTASI PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI UPAYA PENGUATAN DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN DI SMA MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22104010058 Nabiel Muhammad Al Faruq}, year = {2026}, note = {Prof. Dr. Moh. Agung Rokhimawan, M.Pd.}, keywords = {Deep Learning, Pendidikan Agama Islam, Delapan Dimensi Profil Lulusan, Karakter, Kompetensi Peserta Didik}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78255/}, abstract = {Pembelajaran Pendidikan Agama Islam tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan dan hafalan materi keagamaan, tetapi perlu memberikan pengalaman belajar yang bermakna untuk mengembangkan karakter dan kompetensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam; dan (2) menganalisis kontribusi implementasi pendekatan tersebut terhadap penguatan delapan dimensi Profil Lulusan di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas tiga guru Pendidikan Agama Islam dan enam peserta didik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, member checking, serta diskusi dengan rekan sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning diimplementasikan melalui enam karakteristik, yaitu meaningful learning, reflective learning, critical thinking, student-centered learning, contextual learning, dan collaborative learning. Implementasi tersebut berkontribusi terhadap penguatan delapan dimensi Profil Lulusan, meliputi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewarganegaraan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Penguatan berbagai dimensi berlangsung secara terpadu melalui aktivitas memahami materi, mengaitkan nilai agama dengan kehidupan nyata, menganalisis permasalahan, melakukan refleksi, menyampaikan pendapat, serta bekerja sama. Meskipun demikian, konsistensi refleksi, tingkat partisipasi, kemandirian, komunikasi, dan tanggung jawab peserta didik masih beragam. Dengan demikian, pendekatan deep learning dapat menjadi strategi pedagogis yang relevan untuk memperkuat karakter dan kompetensi peserta didik melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam.} }