%A NIM.: 20304021007 Lu’luun Nisai %O Prof. Dr. H. Maksudin, M.Ag. %T REKONSTRUKSI PARADIGMA PEMBELAJARAN NAHWU: SINTESIS KRITIS PEMIKIRAN MAHDI AL-MAKHZUMI DAN SYAUQI ḌAIF MELALUI NAHWU INTEGRATIF %X Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer berupa karyakarya Mahdi al-Makhzūmī dan Syauqī Ḍaif, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur linguistik Arab, linguistik modern, linguistik edukasional, serta penelitian-penelitian yang relevan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis), analisis komparatif, analisis filosofis, serta sintesis konseptual untuk menghasilkan konstruksi paradigma pembelajaran nahwu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Reformasi nahwu Mahdi al-Makhzūmī dan Syauqī Ḍaif sama-sama berangkat dari kritik terhadap kompleksitas epistemologis dan pedagogis nahwu klasik, namun Mahdi al-Makhzūmī lebih menekankan rekonstruksi epistemologi dan struktur keilmuan nahwu, sedangkan Syauqī Ḍaif lebih berorientasi pada penyederhanaan pedagogis dan efektivitas pembelajaran; (2) Kedua tokoh memiliki persamaan dalam mengarahkan pembelajaran nahwu agar lebih sederhana, fungsional, xiii dan relevan dengan kebutuhan pembelajar, meskipun berbeda dalam fokus reformasinya; (3) Gagasan reformasi kedua tokoh memberikan implikasi terhadap pengembangan kurikulum, bahan ajar, strategi pembelajaran, media, dan evaluasi nahwu yang lebih komunikatif, kontekstual, serta berorientasi pada kompetensi berbahasa; dan (4) Penelitian ini berhasil merumuskan Paradigma Pembelajaran Nahwu Integratif sebagai paradigma baru yang mengintegrasikan struktur, makna, fungsi, dan penggunaan bahasa dalam satu kerangka ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang utuh, serta menjadi landasan filosofis, epistemologis, dan pedagogis bagi pengembangan Model Konseptual Pembelajaran Nahwu Integratif sebagai implementasi operasional paradigma dalam praktik pembelajaran bahasa Arab. Kebaruan (novelty) penelitian ini tidak hanya terletak pada sintesis kritis pemikiran Mahdi al-Makhzūmī dan Syauqī Ḍaif, tetapi pada keberhasilan merekonstruksi paradigma pembelajaran nahwu melalui perspektif Linguistik Edukasional yang menghasilkan Paradigma Pembelajaran Nahwu Integratif. Paradigma tersebut dibangun melalui integrasi epistemologi nahwu klasik, linguistik Arab modern, linguistik Barat, dan Linguistik Edukasional ke dalam satu kerangka filosofis yang utuh, kemudian dioperasionalkan ke dalam Model Konseptual Pembelajaran Nahwu Integratif sebagai implementasi paradigma dalam praktik pembelajaran bahasa Arab. Dengan demikian, kontribusi utama penelitian ini tidak hanya berupa pengembangan model pembelajaran, tetapi juga pembangunan paradigma baru yang menjadi fondasi teoretis bagi pengembangan kurikulum, bahan ajar, strategi pembelajaran, media, dan evaluasi pembelajaran nahwu. Kata Kunci: Mahdi al-Makhzūmī, Syauqī Ḍaif, Reformasi Nahwu, Paradigma Pembelajaran Nahwu Integratif, Linguistik Edukasional, Pembelajaran Bahasa Arab %K Mahdi al-Makhzūmī, Syauqī Ḍaif, Reformasi Nahwu, Paradigma Pembelajaran Nahwu Integratif, Linguistik Edukasional, Pembelajaran Bahasa Arab %D 2026 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib78267