<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL BERBASIS KONTEKSTUAL DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL MATEMATIKA DAN GAYA KOGNITIF</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22104040036</mods:namePart><mods:namePart type="family">Siti Arifatun Nisa</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis&#13;
karakteristik kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal&#13;
berbasis kontekstual ditinjau dari kemampuan awal matematika dan gaya kognitif&#13;
siswa.&#13;
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini&#13;
dilaksanakan di SMP Negeri 1 Nanggulan pada kelas VIII C dan VIII D tahun ajaran&#13;
2025/2026 semester 2. Subjek penelitian berjumlah 6 siswa dengan teknik&#13;
pengambilan purposive sampling. Adapun instrumen yang digunakan untuk&#13;
mengumpulkan data yaitu tes gaya kognitif, tes kemampuan awal matematika, tes&#13;
kemampuan representasi matematis, dan wawancara. Teknik analisis data kualitatif&#13;
menggunakan metode wawancara.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis&#13;
siswa dalam melakukan translasi antar representasi visual, verbal, dan simbolik&#13;
memiliki karakteristik yang berbeda ditinjau dari kemampuan awal matematika dan&#13;
gaya kognitif. Siswa dengan kemampuan awal tinggi cenderung lebih konsisten&#13;
dalam melakukan translasi antar representasi, meskipun kemampuan awal yang&#13;
tinggi tidak menjamin keberhasilan pada seluruh bentuk representasi. Siswa dengan&#13;
kemampuan awal rendah juga masih dapat menunjukkan kemampuan yang baik&#13;
pada representasi tertentu, terutama ketika bentuk representasi memiliki struktur&#13;
yang mudah dikenali. Ditinjau dari gaya kognitif, siswa Field Independent (FI)&#13;
cenderung lebih mandiri dalam mengolah dan mengorganisasi informasi,&#13;
sedangkan siswa Field Dependent (FD) cenderung lebih terbantu oleh contoh,&#13;
penjelasan, dan petunjuk yang terstruktur. Kemampuan translasi menuju&#13;
representasi visual cenderung lebih baik dibandingkan translasi menuju&#13;
representasi simbolik. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa kemampuan&#13;
representasi matematis tidak hanya berkaitan dengan kemampuan awal dan gaya&#13;
kognitif, tetapi turut dipengaruhi oleh penguasaan materi prasyarat, pengalaman&#13;
mengerjakan soal serupa, pemahaman terhadap perintah soal, dan pengalaman&#13;
belajar siswa. Dengan demikian, pembelajaran matematika perlu memberikan&#13;
kesempatan kepada siswa untuk melakukan translasi antar representasi secara&#13;
eksplisit dengan dukungan yang disesuaikan dengan kemampuan awal dan&#13;
karakteristik pengolahan informasi siswa.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">510.7 Pendidikan Matematika</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-08-13</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>