<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Jejak Diaspora India dalam Perjuangan Kemerdekaan</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">-</mods:namePart><mods:namePart type="family">Fatiyah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Peran diaspora India dalam perjuangan kemerdekaan &#13;
Indonesia merupakan bagian penting yang sering kali kurang &#13;
mendapat sorotan dalam narasi sejarah nasional. Melalui &#13;
kontribusi tokoh-tokoh kunci seperti Biju Patnaik, diaspora &#13;
India tidak hanya menunjukkan solidaritas moral, tetapi juga &#13;
keterlibatan langsung dalam bentuk aksi militer yang konkret, &#13;
seperti penyelundupan senjata dan evakuasi para pemimpin &#13;
perjuangan. Aksi-aksi tersebut tidak hanya memperkuat kekuatan &#13;
fisik Indonesia dalam menghadapi agresi militer Belanda, tetapi &#13;
juga memberikan semangat dan inspirasi bagi rakyat Indonesia &#13;
dalam mempertahankan kemerdekaan.&#13;
Selain itu, pemerintah India secara resmi memberikan &#13;
dukungan politik dan kemanusiaan yang sangat krusial, termasuk &#13;
melalui diplomasi aktif di forum internasional, yang membantu &#13;
mengangkat isu kemerdekaan Indonesia ke panggung dunia. &#13;
Peran ini memperlihatkan bagaimana solidaritas antarnegara &#13;
yang berbagi pengalaman kolonialisme dapat menjadi kekuatan &#13;
strategis dalam memperjuangkan hak-hak kedaulatan nasional &#13;
dan keadilan internasional.&#13;
Setelah pengakuan kemerdekaan, hubungan bilateral &#13;
Indonesia dan India terus berkembang dengan sangat positif, &#13;
berakar pada solidaritas sejarah dan nilai-nilai bersama yang &#13;
diperjuangkan selama masa revolusi. Hubungan diplomatik &#13;
formal yang dibangun sejak awal tahun 1950-an memperkuat &#13;
kerjasama di berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, &#13;
pendidikan, hingga budaya. Konferensi Asia-Afrika tahun &#13;
1955 di Bandung menegaskan posisi strategis kedua negara &#13;
sebagai pelopor gerakan non-blok dan pemimpin negara-negara &#13;
berkembang dalam menghadapi dinamika Perang Dingin dan &#13;
kolonialisme baru. Warisan hubungan ini tidak hanya penting dalam konteks &#13;
sejarah, tetapi juga sangat relevan dalam konteks geopolitik dan &#13;
ekonomi kontemporer. Indonesia dan India terus memperkuat &#13;
kemitraan strategis, terutama dalam bidang keamanan maritim, &#13;
teknologi, serta pembangunan berkelanjutan. Kerjasama bilateral &#13;
ini memperlihatkan bagaimana pengalaman masa lalu menjadi &#13;
landasan yang kokoh untuk membangun masa depan yang saling &#13;
menguntungkan dan stabil di kawasan Asia.&#13;
Dengan demikian, kontribusi diaspora India dan &#13;
dukungan pemerintah India merupakan contoh nyata &#13;
solidaritas internasional yang mampu memengaruhi jalannya &#13;
sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Hal ini sekaligus &#13;
memperkaya pemahaman kita tentang perjuangan kemerdekaan &#13;
sebagai fenomena transnasional yang melibatkan berbagai aktor &#13;
dan negara sahabat.&#13;
Oleh karena itu, studi tentang diaspora India dan hubungan &#13;
Indonesia-India tidak hanya penting untuk melengkapi sejarah &#13;
nasional, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kesadaran &#13;
kolektif mengenai pentingnya kerja sama lintas bangsa dalam &#13;
memperjuangkan kemerdekaan, kedaulatan, dan kemajuan &#13;
bersama di dunia yang semakin saling terhubung.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">959.8 Sejarah Indonesia</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Idea Press</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Book Section</mods:genre></mods:mods>