    {
      "subjects": [
        297.65
      ],
      "eprintid": 78297,
      "date": 2025,
      "userid": 12253,
      "documents": [
          {
            "language": "id",
            "placement": 1,
            "eprintid": 78297,
            "files": [
                {
                  "hash_type": "MD5",
                  "mtime": "2026-09-14 06:39:47",
                  "datasetid": "document",
                  "fileid": 1865752,
                  "objectid": 1074701,
                  "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/file\/1865752",
                  "mime_type": "application\/pdf",
                  "hash": "17a83fb15dc7bf8e77fab39bbaa6b21d",
                  "filesize": 11898053,
                  "filename": "Wahabi Antara Gerakan Keagamaan, Ideologi, dan Politik.pdf"
                }
            ],
            "content": "published",
            "rev_number": 3,
            "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/document\/1074701",
            "main": "Wahabi Antara Gerakan Keagamaan, Ideologi, dan Politik.pdf",
            "mime_type": "application\/pdf",
            "docid": 1074701,
            "format": "text",
            "security": "public",
            "pos": 1,
            "formatdesc": "Wahabi Antara Gerakan Keagamaan, Ideologi, dan Politik"
          }
      ],
      "rev_number": 9,
      "creators": [
        {
          "name": {
            "lineage": null,
            "given": "-",
            "honourific": null,
            "family": "Nurul Hak"
          }
        }
      ],
      "dir": "disk0\/00\/07\/82\/97",
      "keywords": "Wahabi, Gerakan Keagamaan, Gerakan Islam",
      "lastmod": "2026-09-14 06:58:54",
      "ispublished": "pub",
      "isbn": "978-623-484-194-7",
      "pagerange": "3-16",
      "publisher": "Idea Press",
      "metadata_visibility": "show",
      "date_type": "published",
      "eprint_status": "archive",
      "status_changed": "2026-09-14 06:58:54",
      "book_title": "Jalinan Ilmu dan Peradaban: Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Informas",
      "datestamp": "2026-09-14 06:58:54",
      "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/eprint\/78297",
      "full_text_status": "public",
      "refereed": "TRUE",
      "divisions": [
        "a-buku"
      ],
      "abstract": "Wahabi merupakan suatu gerakan Islam dinamis yang \r\nmengalami perkembangan melalui basis ortodoksi keagamaan Islam. \r\nIa muncul dari wilayah Najd, Arab Saudi, melalui suatu gerakan \r\npuritanisme dan pembaharuan Islam berbasis pada semangat \r\nuntuk kembali pada al-Qur’an dan Hadis, pembersihan tauhid dari \r\nkemusyrikan, bid’ah, khurafat dan takhayul, dan terbukanya pintu \r\nijtihad. Latar belakang sosial-keagamaan masyarakat muslim di Najd \r\ndan hubungan personal antara Muhammad bin Abdul Wahhab \r\ndengan Muhammad bin Sa’ud menjadi babak baru terjadinya \r\ntransformasi gerakan Wahabi dari keagamaan ke ideologi dan \r\ndari ideologi ke gerakan politik. Gerakan keagamaan merupakan \r\nbagian dari penyebarluasan dakwah Wahabi dalam memperbaiki \r\nkondisi sosial masyarakat muslim Najd melalui pemurnian tauhid. \r\nSedangkan gerakan ideologi merupakan upaya indoktrinasi ajaran\r\najaran Wahabi dan implementasinya di wilayah Dar’iyah dan \r\nsekitarnya di Najd melalui kekerasan, pemaksaan dan pengrusakan \r\nuntuk melakukan purifikasi ajaran Islam. Di sisi lain, gerakan \r\npolitik bertolak dari aliansi politiknya dengan Muhammad bin \r\nSa’ud secara mutualisme simbiosis, sehingga gerakan keagamaan \r\ndan politik berjalan beriringan dan saling mendukung. Hanya saja \r\ngerakan politik ini memiliki ciri yang berbeda, ditandai dengan \r\nperluasan wilayah kekuasaan Muhammad bin Saud dan pengaruh \r\najaran Wahabi, menjadikan preferensi agama sebagai basis politik \r\ndan upaya pendirian Kerajaan Ibnu Saud. Gerakan politik lebih \r\ndikendalikan oleh Muhammad bin Sa’ud sebagai pemegang kuasa, \r\nyang sebelum beraliansi dengan Muhammad bin Abdul Wahab telah \r\nmuncul sebagai penguasa lokal kesukuan di wilayah  Dar’iyah. Pasca \r\naliansi, gerakan politiknya menemukan momentum yang tepat, \r\nkarena gerakan-gerakan politiknya dibangun atas dasar legitimasi \r\nkeagamaan yang didukung oleh Muhammad bin Abdul Wahab, \r\nsehingga menjadi kekuatan yang real dan menjelma menjadi sebuah \r\nkerajaan  hingga saat ini. Dalam kaitan inilah gerakan politik Wahabi \r\nmenjadi bemper yang dimanfaatkan bagi eksistensi kekuasaan \r\nIbnu Saud sebagai politik identitas, dengan menjadikan doktrin \r\nkeagamaan Wahabi sebagai menjadi basis gerakannya. \r\nBasis keagamaan pula yang menjadikan gerakan Wahabi \r\nmengalami pergeseran ke dalam gerakan-gerakan transnasional \r\ndengan nama dan pelabelan yang berbeda-beda. Meskipun demikian, \r\nworldview-nya sama membangun sistem politik berdasarkan syariat \r\nIslam dan khilafah islamiyah, seperti yang pernah terjadi dalam \r\nsejarah Islam klasik.",
      "type": "book_section",
      "title": "Wahabi Antara Gerakan Keagamaan, Ideologi, dan Politik",
      "place_of_pub": "Yogyakarta"
    }