eprintid: 78297 rev_number: 9 eprint_status: archive userid: 12253 dir: disk0/00/07/82/97 datestamp: 2026-09-14 06:58:54 lastmod: 2026-09-14 06:58:54 status_changed: 2026-09-14 06:58:54 type: book_section metadata_visibility: show creators_name: Nurul Hak, - title: Wahabi Antara Gerakan Keagamaan, Ideologi, dan Politik ispublished: pub subjects: 297.65 divisions: a-buku full_text_status: public keywords: Wahabi, Gerakan Keagamaan, Gerakan Islam abstract: Wahabi merupakan suatu gerakan Islam dinamis yang mengalami perkembangan melalui basis ortodoksi keagamaan Islam. Ia muncul dari wilayah Najd, Arab Saudi, melalui suatu gerakan puritanisme dan pembaharuan Islam berbasis pada semangat untuk kembali pada al-Qur’an dan Hadis, pembersihan tauhid dari kemusyrikan, bid’ah, khurafat dan takhayul, dan terbukanya pintu ijtihad. Latar belakang sosial-keagamaan masyarakat muslim di Najd dan hubungan personal antara Muhammad bin Abdul Wahhab dengan Muhammad bin Sa’ud menjadi babak baru terjadinya transformasi gerakan Wahabi dari keagamaan ke ideologi dan dari ideologi ke gerakan politik. Gerakan keagamaan merupakan bagian dari penyebarluasan dakwah Wahabi dalam memperbaiki kondisi sosial masyarakat muslim Najd melalui pemurnian tauhid. Sedangkan gerakan ideologi merupakan upaya indoktrinasi ajaran ajaran Wahabi dan implementasinya di wilayah Dar’iyah dan sekitarnya di Najd melalui kekerasan, pemaksaan dan pengrusakan untuk melakukan purifikasi ajaran Islam. Di sisi lain, gerakan politik bertolak dari aliansi politiknya dengan Muhammad bin Sa’ud secara mutualisme simbiosis, sehingga gerakan keagamaan dan politik berjalan beriringan dan saling mendukung. Hanya saja gerakan politik ini memiliki ciri yang berbeda, ditandai dengan perluasan wilayah kekuasaan Muhammad bin Saud dan pengaruh ajaran Wahabi, menjadikan preferensi agama sebagai basis politik dan upaya pendirian Kerajaan Ibnu Saud. Gerakan politik lebih dikendalikan oleh Muhammad bin Sa’ud sebagai pemegang kuasa, yang sebelum beraliansi dengan Muhammad bin Abdul Wahab telah muncul sebagai penguasa lokal kesukuan di wilayah Dar’iyah. Pasca aliansi, gerakan politiknya menemukan momentum yang tepat, karena gerakan-gerakan politiknya dibangun atas dasar legitimasi keagamaan yang didukung oleh Muhammad bin Abdul Wahab, sehingga menjadi kekuatan yang real dan menjelma menjadi sebuah kerajaan hingga saat ini. Dalam kaitan inilah gerakan politik Wahabi menjadi bemper yang dimanfaatkan bagi eksistensi kekuasaan Ibnu Saud sebagai politik identitas, dengan menjadikan doktrin keagamaan Wahabi sebagai menjadi basis gerakannya. Basis keagamaan pula yang menjadikan gerakan Wahabi mengalami pergeseran ke dalam gerakan-gerakan transnasional dengan nama dan pelabelan yang berbeda-beda. Meskipun demikian, worldview-nya sama membangun sistem politik berdasarkan syariat Islam dan khilafah islamiyah, seperti yang pernah terjadi dalam sejarah Islam klasik. date: 2025 date_type: published publisher: Idea Press place_of_pub: Yogyakarta pagerange: 3-16 refereed: TRUE isbn: 978-623-484-194-7 book_title: Jalinan Ilmu dan Peradaban: Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Informas citation: Nurul Hak, - (2025) Wahabi Antara Gerakan Keagamaan, Ideologi, dan Politik. In: Jalinan Ilmu dan Peradaban: Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Informas. Idea Press, Yogyakarta, pp. 3-16. ISBN 978-623-484-194-7 document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78297/1/Wahabi%20Antara%20Gerakan%20Keagamaan%2C%20Ideologi%2C%20dan%20Politik.pdf