%0 Thesis %9 Skripsi %A Haydar Rasyid Ridho, NIM.: 22105010019 %B FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM %D 2026 %F digilib:78301 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Tawasul, Tasawuf, KH Ali Maksum %P 118 %T TAWASUL DALAM PANDANGAN KH ALI MAKSUM STUDI TERHADAP KITAB HUJJAH AHLUSSUNAH WAL JAMAAH %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78301/ %X Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya reduksi makna terhadap praktik spiritual Islam tradisional, khususnya dalam perkara tawasul, yang sering dimaknai secara lahairiyah belaka oleh gerakan purifikasi sehingga dicap sebagai perbuatan bid’ah dan syirik. Penelitian ini berfokus pada penguatan dasar hukum yang diberikan oleh KH Ali Maksum melalui kitab Hujjah Ahlussunah Wal Jamaah , beliau hadir memberikan landasan hukum yang moderat dan kokoh dengan menjelaskan bahwa tawasul bukanlah menyebah selain Allah, melainkan bentuk mahabbah kecintaan seorang hamba kepada Allah dan kekasihnya serta bertawadhu’ menunjukkan kerendahan hati atas keagungan-Nya. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penelitian ini merumuskan tentang bagaimana konsep dan model tawasul KH Ali Maksum dalam kitab Hujjah Ahlussunah Wal Jamaah , serta seperti apa tujuan penulisan kitab Hujjah Ahlussunah Wal Jamaah . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan merumuskan definisi tawasul yang dibawa, dibenarkan, dan didukung oleh beliau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan riset perpustakaan, serta menggunakan sifat penelitian deskriptif analisis kritis interpretatif-historis dengan pendekatan sirklus hermeneutik tasawuf. Tehnik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen pada sumber data primer yaitu kitab Hujjah Ahlussunah Wal Jamaah serta sumber sekunder lainnya seperti kitab, buku, jurnal artikel, serta internet. Data kemudian diolah menggunakan analisis sirkulasi hermeneutik melalui tahap reduksi, penyajian data yang akurat, eksplorasi makna batiniah, hingga penarikan makna teo sufistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KH Ali Maksum memandang tawasul sebagai jembatan spiritual yang mengoneksikan ruhaniyyah hamba yang dhoif dengan kesucian ruhani para kekasih Allah. Di antara hasil tersebut yaitu: Pertama, jika kebanyakan ulama mengartikan tawasul sebagai mubah, KH Ali Maksum melangkah lebih jauh dengan menegaskan bahwa bertawasul melalui Nabi SAW, para wali, dan orang-orang soleh adalah dianjurkan bahkan disunnahkan, karena model tawasul yang beliau bawa adalah model tawasul masruiyyah, serta merupakan sebagian cara untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui bermahabbah untuk mencapai maqom tawadhu’. Kedua, penulisan Kitab Hujjah Ahlussunah Wal Jamaah mempunyai maksud yaitu menghilangkan keragu-raguan atas dasar hukum yang di nilai ambigu, serta isi dari kitab disalurkan melalui ketulusan hati dan spiritualitas tasawuf untuk menjaga keselamatan fisik dan mental umat Islam. Kata Kunci : Tawasul, Tasawuf, KH Ali Maksum %Z Rosi Islamiyati, S.Ag., M.Ag.