%0 Thesis %9 Skripsi %A Arum Puspita Sari, NIM.: 22104040049 %B FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN %D 2026 %F digilib:78305 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K berpikir kritis; guided discovery learning; keaktifan belajar, STAD. %P 430 %T EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY LEARNING DENGAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VII %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78305/ %X Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model guided discovery learning dengan Student Teams Achievement Divisions (STAD) lebih efektif daripada pembelajaran konvensional terhadap kemampuan berpikir kritis dan keaktifan belajar peserta didik kelas VII. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII MTsN 9 Bantul tahun ajaran 2025/2026. Sampel pada penelitian ini adalah kelas VII A dan VII B. Instrumen dalam penelitian ini adalah soal pretest-posttest kemampuan berpikir kritis matematika, prescale-postscale keaktifan belajar peseta didik, modul ajar serta lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji parametrik Independent Sample t-Test. Analisis data dilakukan dengan bantuan software SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji Independent Sample t-Test data posttest kemampuan berpikir kritis matematika peserta didik adalah 0,019 < 0,05 (H₀ ditolak), yang artinya rata rata kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen berbeda dengan kelas kontrol. Dengan rata rata kelas eksperimen 50 dan kelas kontrol 40,2083, dimana rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. oleh karena itu, pembelajaran matematika menggunakan model guided discovery learning dengan Student Teams Achievement Divisions (STAD) lebih efektif daripada pembelajaran konvensional terhadap kemampuan berpikir kritis matematika peserta didik. Selanjutnya, hasil uji Independent Sample t-Test data postscale keaktifan belajar peserta didik adalah 0,0001 < 0,05 (H₀ ditolak), yang artinya rata-rata skor keaktifan belajar kelas eksperimen berbeda dengan kelas kontrol. Dengan rata rata skor kelas eksperimen 59,1810 dan kelas kontrol 52.9592, dimana rata rata kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Oleh kerena itu pembelajaran matematika menggunakan guided discovery learning dengan Student Teams Achievement Divisions (STAD) lebih efektif daripada pembelajaran konvensional terhadap keaktifan belajar peserta didik. %Z Suparni, S.Pd., M.Pd.