<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>STUDI KOMPARATIF DETERMINAN KEBERHASILAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF PADA PEMBELAJARAN IPA SD/MI DITINJAU DARI KESIAPAN KURIKULUM, KOMPETENSI PEDAGOGIS GURU DAN DUKUNGAN SISTEM SEKOLAH</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 24204081007</mods:namePart><mods:namePart type="family">Intan Andriani Hasanah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi pendidikan inklusif dalam sistem pendidikan dasar, khususnya pada pembelajaran IPA di SD/MI. Meskipun regulasi pendidikan inklusif telah berkembang, implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, seperti kesiapan kurikulum yang belum optimal, kompetensi pedagogis guru yang beragam, serta dukungan sistem sekolah yang belum merata. Kondisi ini menyebabkan pelaksanaan pendidikan inklusif belum berjalan secara maksimal dalam mendukung keberhasilan pembelajaran bagi seluruh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan keberhasilan implementasi pendidikan inklusif pada pembelajaran IPA di SD Negeri Yogyakarta dan MI Palembang yang ditinjau dari kesiapan kurikulum, kompetensi pedagogis guru, dan dukungan sistem sekolah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods (metode campuran). Pendekatan kuantitatif menggunakan desain deskriptif-komparatif, sedangkan pendekatan kualitatif menggunakan desain multi-case study (studi multi kasus). Data kuantitatif dikumpulkan melalui angket, sementara data kualitatif diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan analisis tematik lintas kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Negeri Yogyakarta memiliki tingkat keberhasilan implementasi pendidikan inklusif yang lebih unggul dibandingkan MI Palembang, yang ditunjukkan oleh praktik pembelajaran yang lebih adaptif, dukungan sistem sekolah yang lebih optimal, serta pengelolaan pembelajaran inklusif yang lebih efektif. Ditinjau dari ketiga variabel penelitian, kompetensi pedagogis guru merupakan faktor yang paling dominan dalam menentukan keberhasilan implementasi pendidikan inklusif, diikuti oleh dukungan sistem sekolah dan kesiapan kurikulum. Temuan kualitatif melalui studi multi kasus memperkuat hasil tersebut, yang menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang adaptif menjadi kunci utama keberhasilan, didukung oleh kesiapan perangkat pembelajaran yang inklusif serta kebijakan sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif tidak hanya ditentukan oleh aspek kebijakan, tetapi juga oleh kesiapan praktis di tingkat sekolah serta kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman peserta didik.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">371.36 Metode Pengajaran, Metode Pembelajaran</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-26</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>