@phdthesis{digilib78330, month = {June}, title = {KEBERAGAMAAN TRANSPUAN NASRANI DI YAYASAN KEBAYA (KELUARGA BESAR WARIA) YOGYAKARTA}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22105020043 Silvi Dea Nur Nabila}, year = {2026}, note = {Prof. Dr. Sekar Ayu Aryani, M.Ag}, keywords = {Transpuan Nasrani; Yayasan Kebaya; psikologia agama; Glock dan Stark.}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78330/}, abstract = {Keberagamaan transpuan dipandang bertentangan dengan identitas gender yang dimiliki sehingga mengalami stigma, diskriminasi, dan penolakan sosial. Transpuan tetap mempertahankan keyakinan dan menjalankan kehidupan beragamanya. Temuan ini menarik karena sejalan dengan beberapa penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa kelompok-kelompok yang sering dipandang negatif oleh masyarakat tetap memiliki komitmen dan kehidupan religius yang kuat di tengah berbagai tantangan. Hal ini memperlihatkan bahwa stigma negatif tidak selalu menghilangkan keberagamaan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberagamaan transpuan Nasrani di Yayasan Kebaya Yogyakarta berdasarkan teori dimensi keagamaan Glock dan Stark, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif perspektif psikologi agama. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu delapan informan transpuan Nasrani yang dianggap mampu memberikan informasi sesuai fokus penelitian dari sekitar lima belas anggota transpuan Nasrani di Yayasan Kebaya Yogyakarta. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi, yaitu membandingkan hasil wawancara dengan observasi dan dokumentasi. Analisis keberagamaan menggunakan teori lima dimensi keagamaan Glock dan Stark. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagamaan transpuan Nasrani di Yayasan Kebaya Yogyakarta tergolong kuat berdasarkan lima dimensi keagamaan Glock dan Stark, meliputi dimensi ideologis, ritualistik, eksperensial, intelektual, dan konsekuensial. Meskipun menghadapi stigma dan penolakan sosial, informan tetap mempertahankan keyakinan kepada Tuhan, menjalankan ibadah, memiliki pengalaman religius, memahami ajaran agama, serta menunjukkan dampak keberagamaan dalam kehidupan. Keberagamaan dipengaruhi oleh faktor internal yaitu kesadaran beragama, pengalaman keagamaan, kebutuhan akan ketenangan batin, dan motivasi spiritual, serta faktor eksternal, yaitu lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.} }