%A NIM.: 22104090076 Dinadia Mawardi %O Dr. Mifathus Sa’adah, S.Pd.I, M.Ed. %T MANAJEMEN STRATEGIS DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA, DAN OLAHRAGA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSIF BAGI PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS %X Penyelenggaraan pendidikan inklusif tidak hanya memerlukan dukungan regulasi, tetapi juga manajemen strategis yang mampu menghubungkan kebijakan dengan kebutuhan peserta didik dan kesiapan satuan pendidikan. Dalam konteks Daerah Istimewa Yogyakarta, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dinas Dikpora) DIY memiliki peran penting dalam merumuskan kebijakan, mengembangkan program, mengoordinasikan pemangku kepentingan, serta mengevaluasi layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen strategis Dinas Dikpora DIY dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan ditentukan melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling, meliputi lima pejabat dan staf Dinas Dikpora DIY serta lima kepala atau wakil kepala sekolah penyelenggara pendidikan inklusif yang mewakili lima kabupaten/kota di DIY. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipatif terbatas, dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, pengodean dan pengelompokan data, penyajian dan penafsiran data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Kredibilitas data diperkuat melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen strategis Dinas Dikpora DIY dilaksanakan melalui penyusunan kebijakan berbasis kebutuhan daerah, implementasi program strategis, penguatan koordinasi dan kolaborasi, serta monitoring dan evaluasi. Implementasi strategi diwujudkan melalui SPMB jalur afirmasi, Program Beasiswa Inklusi, penyediaan Guru Pembimbing Khusus (GPK), peningkatan kapasitas pendidik, serta pendampingan satuan pendidikan. Pelaksanaannya masih menghadapi lima tantangan utama, yaitu keterbatasan GPK dan kompetensi pendidik, keterbatasan anggaran serta sarana prasarana aksesibel, kesiapan sekolah yang belum merata, kesenjangan informasi dan layanan asesmen, serta belum optimalnya standar kurikulum dan penerimaan sosial terhadap peserta didik berkebutuhan khusus. Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen strategis Dinas Dikpora DIY dipersepsikan mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif, namun masih memerlukan penguatan sumber daya, pemerataan layanan, dan koordinasi berkelanjutan. Kata kunci: manajemen strategis, pendidikan inklusif, Dinas Dikpora DIY, peserta didik berkebutuhan khusus, pemerintah daerah. %K manajemen strategis, pendidikan inklusif, Dinas Dikpora DIY, peserta didik berkebutuhan khusus, pemerintah daerah %D 2026 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib78380