<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENGENDALIAN KUALITAS PADA PROSES PRODUKSI PAKAIAN&#13;
OLAHRAGA MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA&#13;
(STUDI KASUS: NGIZAN APPAREL)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22106060031</mods:namePart><mods:namePart type="family">Mohamad Robi’ Farodys</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pengendalian kualitas diperlukan untuk mengurangi produk reject yang dapat&#13;
menimbulkan pemborosan bahan baku, waktu, dan biaya produksi. Ngizan Apparel&#13;
Yogyakarta masih menemukan beberapa jenis reject pada proses press produk&#13;
pakaian olahraga, sehingga diperlukan analisis untuk mengetahui jenis reject&#13;
dominan, tingkat kapabilitas proses, serta faktor penyebabnya. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk mengidentifikasi jenis reject, mengukur kapabilitas proses,&#13;
menganalisis faktor penyebab reject, serta menyusun usulan perbaikan dan&#13;
mekanisme pengendalian pada proses press. Penelitian menggunakan metode Six&#13;
Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan&#13;
Control) yang dikombinasikan dengan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)&#13;
dan 5W+1H. Data yang digunakan berupa data produksi dan reject selama Januari–&#13;
Maret 2026, serta penilaian FMEA dari dua responden. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan terdapat tiga jenis reject, yaitu mengakar sebesar 60,8%, buram&#13;
sebesar 25,1%, dan bercak titik sebesar 14,1%. Nilai DPMO sebesar 17.011,201&#13;
dengan level Sigma sebesar 3,6198. Hasil FMEA menunjukkan tiga mode&#13;
kegagalan dengan RPN tertinggi, yaitu tinta tidak menyerap secara merata akibat&#13;
karpet mesin aus sebesar 121,5, tekstur kain tidak rata sebesar 108, dan suhu mesin&#13;
tidak stabil sebesar 108. Usulan perbaikan meliputi preventive maintenance,&#13;
pengendalian spesifikasi kain, dan checklist pemeriksaan mesin. Tahap Control&#13;
menghasilkan rancangan mekanisme pengendalian berupa checklist pemeriksaan&#13;
mesin dan preventive maintenance namun belum diimplementasikan dan dievaluasi&#13;
efektivitas secara langsung.&#13;
Kata Kunci: Six Sigma, DMAIC, FMEA, DPMO, pengendalian kualitas</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">670 Teknik Industri</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-08-10</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>