@mastersthesis{digilib78465, month = {August}, title = {IMPLIKASI MATA KULIAH PEKERJAAN SOSIAL DISABILITAS TERHADAP TRANSFORMASI PERSPEKTIF DAN PENINGKATAN KOMPETENSI MAHASISWA PRODI ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22200012043 Kisy Anif Ngestiti}, year = {2026}, note = {Ro?fah, Ph.D.}, keywords = {Pekerjaan Sosial Disabilitas, Pergeseran Paradigma, Kesiapan Praktikum, Inklusi Sosial, Experiential Learning}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78465/}, abstract = {Dalam sebuah wacana disabilitas, perspektif merupakan modal menepis diskriminasi terhadap penyandang disabilitas. Bias dan perspektif keliru terhadap penyandang disabilitas di kalangan calon pekerja sosial banyak dipengaruhi faktor budaya, minimnya pemahaman Model Sosial, serta terbatasnya pengalaman praktik. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa kesadaran akademis mahasiswa kerap berhenti pada aspek fasilitas dasar, belum menyentuh pembentukan sikap sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme perubahan perspektif dan kesiapan praktikum mahasiswa melalui mata kuliah Pekerjaan Sosial Disabilitas, menyebarkan peran mata kuliah Pekerjaan Sosial Disabilitas dalam membekali pemahaman dan keterampilan, serta mengidentifikasi kesiapan Praktik Pekerjaan Sosial (PPS). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam bersama mahasiswa IKS. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, terdapat ambivalensi kognitif-afektif di mana mahasiswa secara rasional memahami hak asasi manusia, namun secara emosional masih didominasi rasa iba dan canggung yakni Model Amal (Charity Model). Kedua, transformasi perspektif berlangsung melalui siklus integratif mulai dari asumsi teoretis, dialektika diskusi, interaktif mini praktik. Mata kuliah ini berhasil menggeser pandangan medis menjadi perspektif sosial. Ketiga, pembelajaran ini terbukti memperkuat kesiapan praktikum melalui pemahaman konsep yang komprehensif, keterampilan intrapersonal. Dapat disimpulkan bahwa mata kuliah efektif membongkar dogma lama, namun penguatan pengalaman lapangan tetap diperlukan guna mentransformasikan kesadaran kognitif menjadi keterampilan praktis yang utuh.} }