    {
      "subjects": [
        297.14
      ],
      "eprintid": 78478,
      "date": "2026-08",
      "userid": 12243,
      "documents": [
          {
            "language": "id",
            "placement": 1,
            "eprintid": 78478,
            "files": [
                {
                  "hash_type": "MD5",
                  "mtime": "2026-09-28 07:19:21",
                  "datasetid": "document",
                  "fileid": 1869512,
                  "objectid": 1076484,
                  "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/file\/1869512",
                  "mime_type": "application\/pdf",
                  "hash": "ec1cb3bcf8c9028f9807856b7aa83e27",
                  "filesize": 2235301,
                  "filename": "Fatwa Halal dan Legal Maxim_2026--.pdf"
                }
            ],
            "content": "published",
            "rev_number": 3,
            "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/document\/1076484",
            "main": "Fatwa Halal dan Legal Maxim_2026--.pdf",
            "mime_type": "application\/pdf",
            "docid": 1076484,
            "format": "text",
            "security": "validuser",
            "pos": 1,
            "formatdesc": "FATWA HALAL & LEGAL MAXIM"
          }
      ],
      "rev_number": 8,
      "creators": [
        {
          "name": {
            "lineage": null,
            "given": "-",
            "honourific": null,
            "family": "Shofiyullah Muzammil"
          }
        }
      ],
      "dir": "disk0\/00\/07\/84\/78",
      "keywords": "Fatwa Halal; Legal Maxim; Al-Qawā‘id al-Fiqhiyyah; Halalan Thayyiban; Maqāṣid al-Syarī‘ah; Ushul Fiqh; Industri Halal; Ijtihad Kontemporer",
      "lastmod": "2026-09-28 07:22:15",
      "ispublished": "pub",
      "isbn": "978-623-8380-37-4",
      "publisher": "Q-MEDIA",
      "metadata_visibility": "show",
      "date_type": "published",
      "eprint_status": "archive",
      "status_changed": "2026-09-28 07:22:15",
      "volume": "Cet. 1",
      "datestamp": "2026-09-28 07:22:15",
      "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/eprint\/78478",
      "full_text_status": "restricted",
      "refereed": "TRUE",
      "contact_email": "muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id",
      "divisions": [
        "a-buku"
      ],
      "abstract": "Buku Fatwa Halal dan Legal Maxim membahas metodologi penetapan fatwa halal dan penerapan al-qawā‘id al-fiqhiyyah (legal maxim) dalam menghadapi kompleksitas persoalan produk halal kontemporer. Perkembangan teknologi pangan, bioteknologi, bahan tambahan pangan, kosmetik, obat-obatan, rekayasa genetika, serta rantai pasok global telah menghadirkan persoalan hukum yang tidak selalu ditemukan jawabannya secara langsung dalam literatur fikih klasik. Kondisi tersebut menuntut penalaran hukum Islam yang tidak hanya berpegang pada teks, tetapi juga mampu membaca fakta, perkembangan ilmu pengetahuan, aspek kesehatan dan keamanan, regulasi negara, serta prinsip-prinsip kemaslahatan.\r\nPembahasan diawali dengan konsep halalan thayyiban sebagai landasan filosofis hukum makanan dalam Islam. Halal tidak dipahami semata-mata sebagai kategori boleh atau tidak boleh, tetapi berkaitan dengan dimensi kebaikan, keamanan, kesehatan, keberkahan, serta kemaslahatan manusia. Perspektif ini kemudian ditempatkan dalam perkembangan hukum halal dari fikih klasik menuju sistem regulasi publik dan ekosistem industri halal modern.\r\nSelanjutnya, buku ini mengkaji legal maxim atau al-qawā‘id al-fiqhiyyah sebagai perangkat penting dalam menyederhanakan dan menggeneralisasi berbagai persoalan fikih. Kaidah-kaidah tersebut digunakan untuk membantu proses penalaran terhadap persoalan baru yang tidak memiliki ketentuan eksplisit dalam nash, sekaligus dihubungkan dengan maqāṣid al-syarī‘ah dan praktik pengambilan keputusan dalam sidang Komisi Fatwa. Penerapannya mencakup berbagai persoalan seperti bahan tambahan pangan sintetik, produk hasil kultivasi, rekayasa genetika, kosmetik, bahan kimia baru, serta persoalan produk halal lainnya.\r\nBuku ini juga menempatkan fatwa sebagai proses ijtihad kolektif yang membutuhkan ketelitian dalam tashwīr al-mas’alah, takhrīj al-furū‘ ‘alā al-uṣūl, dan istidlāl, serta kemampuan mengintegrasikan dalil syar‘i dengan data ilmiah dan fakta empiris. Pada bagian akhir, pembaca diarahkan untuk memahami struktur naskah fatwa, penyusunan konsideran, amar putusan, rekomendasi (tausiyah), hingga simulasi sidang Komisi Fatwa sebagai bentuk penerapan praktis metodologi yang telah dipelajari.\r\nDengan demikian, Fatwa Halal dan Legal Maxim menawarkan kerangka pembelajaran yang mempertemukan fikih, ushul fiqh, maqāṣid al-syarī‘ah, legal maxim, sains, dan hukum positif dalam proses penetapan fatwa halal. Buku ini diharapkan dapat membangun kemampuan analitis dan metodologis mahasiswa, ulama, praktisi industri halal, dan para pemangku kepentingan untuk menghasilkan fatwa yang argumentatif, ilmiah, kontekstual, solutif, dan berintegritas, sekaligus memperkuat ekosistem jaminan produk halal di Indonesia.",
      "type": "book",
      "title": "FATWA HALAL & LEGAL MAXIM",
      "pages": 417
    }