%0 Thesis %9 Skripsi %A Siti Sahdilah, NIM.: 21107020053 %B FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA %D 2026 %F digilib:78487 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K flexing; Instagram; orang tua Generasi Z; Dramaturgi; media sosial. %P 164 %T PRAKTIK FLEXING DI INSTAGRAM PADA IBU DALAM KATEGORI GENERASI Z: STUDI FENOMENOLOGI DI DESA SUNGAIBUNTU KABUPATEN KARAWANG %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78487/ %X Penelitian ini membahas tentang praktik flexing di media sosial Instagram yang dilakukan oleh Ibu dalam kategori Generasi Z yang tinggal di Desa Sungaibuntu, Kabupaten Karawang. Fenomena flexing adalah salah satu jenis perilaku sosial di zaman digital yang terlihat melalui postingan tentang gaya hidup, pencapaian, atau tanda-tanda status sosial di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang mendorong orang melakukan flexing, jenis konten yang mereka tunjukkan, perbedaan antara citra diri di Instagram dengan kenyataan sehari-hari, serta pengaruh praktik flexing terhadap kehidupan sosial orang-orang yang melakukannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengamati postingan di Instagram, melalui wawancara mendalam dengan sembilan informan yang terdiri dari Orang Tua muda yang masih utuh, Orang Tua Single parent, dan kelompok Orang Tua dengan ekonomi rendah, serta mengumpulkan dokumentasi berupa tangkapan layar dari media sosial. Data dianalisis melalui langkah-langkah fenomenologi dan diteliti menggunakan teori dramaturgi dari Erving Goffman. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang melakukan praktik flexing sebagai cara untuk mendapatkan pengakuan, membangun citra diri, dan menunjukkan status sosial yang baik di masyarakat maupun di media digital. Bentuk flexing yang ada tidak hanya terlihat dari barang-barang mahal, tetapi juga dari kegiatan keluarga, rumah baru, kendaraan, acara-acara, sehingga cara hidup sehari-hari yang ditampilkan dengan cara yang menarik di Instagram. Penelitian ini juga menemukan bahwa ada perbedaan antara kehidupan sebenarnya dan gambaran yang ditunjukkan di media sosial. Beberapa informan berusaha mengelola kesan dengan menunjukkan sisi terbaik dari kehidupan mereka. Selain itu, praktik flexing memiliki dampak sosial yang membuat tekanan dari lingkungan semakin tinggi, munculnya keinginan untuk diakui, dan kecenderungan untuk membandingkan diri dengan orang lain. Penelitian ini menyatakan bahwa instagram telah menjadi identitas dan menjaga keberadaan sosial mereka di zaman digital. %Z Agus Saputro, S.sos., M.Si