TY - THES N1 - Dr. H. Agung Danarta, M.Ag. ID - digilib78512 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78512/ A1 - Muhammad Nailul Ma?arif, NIM.: 24205031142 Y1 - 2026/08/10/ N2 - Hadis tentang memakan hasil usaha sendiri merupakan salah satu riwayat yang memberikan gambaran mengenai pandangan Islam terhadap usaha dan pekerjaan manusia. Persoalan muncul ketika ungkapan min ?amali yadih dipahami dalam konteks perkembangan dunia kerja yang menghadirkan beragam bentuk pekerjaan dan aktivitas produktif yang tidak selalu menggunakan tenaga fisik maupun menghasilkan pendapatan secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kerja dalam perspektif Islam dan pemaknaannya dalam hadis, mengetahui kualitas hadis tentang memakan hasil usaha sendiri dari aspek sanad dan matan, serta memahami dan mengkontekstualisasikan hadis tersebut melalui pendekatan Ma??n? al-?ad?? perspektif Yusuf al-Qaradawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja dalam perspektif Islam tidak hanya berkaitan dengan memperoleh penghasilan, tetapi juga mengandung nilai ibadah, amanah, tanggung jawab, kemandirian, produktivitas, dan kemanfaatan. Dalam hadis, makna min ?amali yadih tidak terbatas pada pekerjaan fisik dengan tangan, tetapi menunjukkan usaha manusia dalam menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai dan bermanfaat. Dari aspek kualitas, hadis ini berstatus ?a??? li dh?tih?. Sanadnya bersambung, para perawinya memenuhi aspek ?ad?lah dan ?ab?, serta tidak ditemukan syu??? dan ?illah yang memengaruhi keabsahannya. Hasil i?tib?r juga menunjukkan adanya mut?ba??t q??irah dan syaw?hid yang berkaitan dengan hadis tersebut. Berdasarkan pendekatan Yusuf al-Qaradawi, khususnya pemahaman terhadap latar belakang hadis serta pembedaan antara was?lah dan gh?yah, ?amal al-yad dapat dipahami sebagai sarana yang bentuknya dapat berubah sesuai perkembangan zaman, sedangkan nilai usaha, produktivitas, kemanfaatan, kemandirian, tanggung jawab, dan kehalalan merupakan substansi yang tetap dipertahankan. Atas dasar pemahaman tersebut, hadis dapat dikontekstualisasikan dengan berbagai bentuk pekerjaan kontemporer, baik pekerjaan fisik, profesi intelektual, perdagangan, pekerjaan berbasis teknologi, maupun aktivitas domestik yang menghasilkan kemanfaatan meskipun tidak selalu memberikan penghasilan secara langsung. Dengan demikian, relevansi hadis tidak terletak pada keharusan mempertahankan bentuk kerja menggunakan tangan secara literal, tetapi pada nilai usaha manusia untuk menghasilkan sesuatu yang baik dan bermanfaat melalui cara yang halal dan bertanggung jawab. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Ma?an? al-?adi?; Yusuf al-Qaradawi; ?amal al-yad; kerja kontemporer. M1 - masters TI - HADIS TENTANG MEMAKAN HASIL USAHA SENDIRI: KAJIAN MA?ANI AL-HADIS AV - restricted EP - 151 ER -