%A NIM.: 22105050052 Davin Ferdian Ramadhani %O Dr. Muhammad Akmaluddin, M.S.I. %T RESEPSI HADIS TENTANG MENABUH REBANA DALAM TRADISI PEMBACAAN MAULID AL-BARZANJI DI DUSUN KLEBEN CATURHARJO SLEMAN YOGYAKARTA %X Penelitian ini membahas praktik sholawat berbasis budaya lokal dalam tradisi pembacaan Maulid al-Barzanji dengan tabuhan rebana dan iringan gamelan Jawa (berjanjen) di Dusun Kleben, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun sejak sekitar tahun 1970-an dan hingga saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis praktik pembacaan Maulid al-Barzanji dengan tabuhan rebana dan iringan gamelan Jawa sebagai bentuk sholawat berbasis budaya lokal serta menganalisis pemahaman dan resepsi masyarakat terhadap hadis-hadis Nabi tentang perintah dan keutamaan bersholawat sebagai bentuk living hadis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan living hadis. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis penelitian menggunakan teori tindakan sosial Max Weber untuk memahami motif dan makna tindakan masyarakat dalam mempertahankan tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pembacaan Maulid al-Barzanji di Dusun Kleben tidak hanya dilaksanakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw., tetapi juga menjadi bagian dari berbagai kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat, seperti aqiqah, tasyakuran, walimatul nikah, dan khitanan. Tradisi ini menjadi sarana ibadah, ungkapan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw., penguat silaturahmi, serta media pelestarian budaya lokal yang berpadu dengan nilai-nilai Islam. Dalam perspektif living hadis, tradisi ini merupakan bentuk resepsi masyarakat terhadap hadis-hadis tentang keutamaan bersholawat yang diwujudkan dalam praktik keagamaan dan diwariskan antargenerasi. Sementara itu, berdasarkan teori tindakan sosial Max Weber, keberlangsungan tradisi ini mencerminkan tindakan rasional instrumental, tindakan rasional berorientasi nilai, tindakan afektif, dan tindakan tradisional. Dengan demikian, tradisi pembacaan Maulid al-Barzanji dengan tabuhan rebana dan iringan gamelan Jawa menunjukkan bahwa hadis tidak hanya dipahami sebagai teks normatif, tetapi juga dihidupkan dan diwujudkan dalam praktik sosial, keagamaan, dan budaya masyarakat Dusun Kleben. %K Maulid Al-Barjanji; tradisi; sejarah Maulid; mmenabuh rebana; berjanjen %D 2026 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib78513