eprintid: 78525 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12460 dir: disk0/00/07/85/25 datestamp: 2026-10-20 04:26:04 lastmod: 2026-10-20 04:26:04 status_changed: 2026-10-20 04:26:04 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: muh.khabib@uin-suka.ac.id creators_name: Isna Salsabila Muthoharoh, NIM.: 23200012051 title: KOMODIFIKASI AGAMA DI JAWA TIMUR: STUDI ATAS DAKWAH GUS IQDAM DI MAJELIS SABILU TAUBAH ispublished: pub subjects: 297.64 divisions: kom_masis full_text_status: restricted keywords: Komodifikasi Agama, Masyarakat Rural, Gus Iqdam, Kelas Menengah Muslim note: Prof. Fatimah, M.A., Ph.D. abstract: Fenomena komodifikasi agama di Indonesia pasca-Orde Baru diidentifikasi berpusat pada tokoh selebritas keagamaan urban yang mengonversi simbol agama menjadi keuntungan ekonomi melalui narasi kemakmuran material. Penelitian terdahulu banyak membedah komodifikasi agama pada aspek keuangan, wisata religi, dan gaya hidup urban. Sementara itu, penelitian mengenai Gus Iqdam masih didominasi oleh analisis strategi komunikasi dakwah. Berangkat dari penelitian-penelitian sebelumnya, tulisan ini berfokus pada analisis komodifikasi agama di wilayah rural, khususnya dalam dakwah Gus Iqdam di Majelis Sabilu Taubah (ST). Penelitian ini penting karena komodifikasi dalam konteks rural menunjukkan bahwa fenomena tersebut bukan sekadar eksploitasi simbol oleh kapitalis, melainkan mekanisme adaptif yang melibatkan agensi masyarakat lokal melalui modal sosial dan spiritualitas. Berangkat dari latar belakang tersebut, penelitian ini berfokus menjawab dua pertanyaan utama, yaitu mengenai bentuk komodifikasi agama dalam dakwah Gus Iqdam di Majelis ST, serta bagaimana peran jemaah dalam proses komodifikasi agama tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang memadukan etnografi melalui observasi lapangan dan netnografi berbasis analisis konten. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan dan wawancara dengan narasumber. Kerangka komodifikasi agama dari Kitiarsa dan Fealy digunakan untuk menganalisis fenomena religifikasi serta karakteristik kelas menengah. Sementara itu, kerangka ekonomi spiritual dari Rudnyckyj dan neoliberalisme saleh oleh Atia digunakan untuk memahami etos kerja sebagai bentuk ibadah melalui pencarian keberkahan. Penelitian ini menunjukkan bahwa komodifikasi agama di Majelis ST termanifestasi dalam empat bentuk, yaitu ekonomi filantropi, lini bisnis Gus Iqdam, pemanfaatan media digital untuk monetisasi dan sponsor merek, serta ekonomi kreatif warga lokal. Temuan signifikan penelitian ini menegaskan bahwa dalam komodifikasi agama di wilayah rural, masyarakat berperan sebagai agen yang secara aktif memilih dan mengadaptasi pesan keagamaan guna mencari keberkahan (barakah) tanpa menghapus akar tradisi. Tulisan ini berkontribusi pada dinamika penelitian komodifikasi agama yang muncul di wilayah rural dengan sosiokultural yang berbeda dari lanskap urban. Apabila komodifikasi agama di wilayah urban didominasi oleh pasar kapitalis, penelitian ini menunjukkan bahwa komodifikasi di wilayah rural justru muncul secara organik, bersifat komunal, serta berakar kuat pada tradisi kiai-santri. Meskipun demikian, proses komodifikasi agama dalam kasus ini tetap menyimpan ambivalensi terkait pertautan modal kapital dan modal politik, khususnya yang melibatkan hubungan personal dengan otoritas karismatik Gus Iqdam. date: 2026-08-18 date_type: published pages: 153 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: PASCASARJANA thesis_type: masters thesis_name: other citation: Isna Salsabila Muthoharoh, NIM.: 23200012051 (2026) KOMODIFIKASI AGAMA DI JAWA TIMUR: STUDI ATAS DAKWAH GUS IQDAM DI MAJELIS SABILU TAUBAH. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78525/1/23200012051_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78525/2/23200012051_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf