<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>UPAYA DAKWAH ISLAM DALAM MENGHADAPI TRADISI RUWAHAN DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN CANDIMULYO KABUPATEN MAGELANG</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 81883/DY</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sangkot Sirait</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Tradisi Ruwahan dalam masyarakat Jawa pedesaan awalnya merupakan bagian dari kepercayaan animisme yang diwariskan secara turun-temurun dan kini berakulturasi menjadi bagian dari tradisi masyarakat Muslim setempat. Keberadaan tradisi ini sulit dilepaskan karena kuatnya ikatan sosial dan rasa khawatir terasing dari komunitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang bertahannya tradisi Ruwahan serta mengidentifikasi strategi dakwah Islam yang diterapkan agar pelaksanaan tradisi tersebut selaras dengan ajaran Islam tanpa memicu konflik sosial. Menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan sosiologis dan dakwah, data dikumpulkan melalui teknik wawancara (interview) dan observasi langsung di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya dakwah Islam dalam menghadapi tradisi Ruwahan dilakukan melalui strategi kultural-inklusif, yaitu menginternalisasikan nilai-nilai Islam ke dalam setiap unsur upacara. Langkah-langkah konkret yang ditempuh meliputi penanaman akidah tauhid untuk merubah persepsi tentang kekuatan gaib, pengalihan niat sesaji menjadi sedekah, penggantian lafal doa dan ritual lama dengan tahlil dan doa-doa Islami, penyederhanaan simbo-simbol tradisi, serta peranan aktif para da'i dan tokoh masyarakat sebagai pimpinan ritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akulturasi dakwah yang berangsur-angsur berhasil mentransformasi ritual animistik menjadi sarana penguatan nilai-nilai keislaman dan perajat solidaritas sosial masyarakat.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">201.7 Agama - Sosial Budaya</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">1988-12-30</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS DAKWAH</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>