<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Bukan Sekadar Pajangan: Metafora “Perhiasan” dalam Lirik Lagu “Salehah” Karya Rhoma Irama</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">-</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ening Herniti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Metafora “perhiasan” dalam lirik lagu “Salehah”, &#13;
meskipun berawal dari niat untuk meninggikan &#13;
derajat perempuan, secara kognitif menyimpan &#13;
bias yang mengobjektifikasi. Oleh karena itu, &#13;
pemaknaan terhadap lirik ini perlu direfleksikan &#13;
kembali. Kesalehan seorang perempuan henda&#13;
knya tidak lagi dimaknai semata-mata agar ia &#13;
menjadi “aksesoris kebanggaan” yang menghiasi &#13;
kehidupan seorang laki-laki. Kesalehan bukanlah &#13;
atribut agar perempuan menjadi pajangan indah &#13;
milik suami, melainkan bentuk ketaatan personal &#13;
kepada Allah Swt. sekaligus kualitas dirinya &#13;
sebagai hamba yang otonom dalam bingkai &#13;
relasi keluarga yang saling memanusiakan. Istri &#13;
yang salihah adalah subjek merdeka yang berdiri &#13;
sejajar dengan suaminya, merajut relasi mubaadalah &#13;
(kesalingan) dalam bingkai keluarga yang saling &#13;
menjaga, menghangatkan, dan memanusiakan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Kesusasteraan Indonesia</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Bidang Hukum, Advokasi, Penelitian dan Pengembangan PW Muslimat NU DIY</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>