<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>BERMAIN PERAN SEBAGAI METODE DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI TKIT TUNAS MULIA WONOSARI GUNUNGKIDUL</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 00470302</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nikmatus So'imah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pada usia pra-sekolah, dunia anak erat kaitannya dengan bermain, sehingga penggunaan metode pembelajaran berbasis permainan seperti bermain peran menjadi media yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai keagamaan secara fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode bermain peran dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), mengidentifikasi problematika yang dihadapi guru beserta upaya mengatasinya, serta menilai hasil penerapannya di TKIT Tunas Mulia Wonosari, Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi partisipatif pasif, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif-analitik menggunakan kerangka berpikir deduktif dan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Metode bermain peran diterapkan pada materi aqidah, ibadah, akhlak, dan sirah melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan (penyusunan Rencana Kegiatan Harian dan alat peraga), pelaksanaan (penyampaian cerita, penentuan peran, pemberian contoh, dan peniruan adegan), serta penutup (evaluasi tanya jawab dan praktik). (2) Problematika yang dihadapi bersumber dari keterbatasan referensi guru, variasi kondisi emosional dan intelegensi anak, keterbatasan media/alat peraga, serta alokasi waktu PAI yang terbatas. (3) Upaya penanggulangannya dilakukan dengan mengoptimalkan perpustakaan sekolah, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, memanfaatkan benda-benda di lingkungan sekolah sebagai media alternatif, serta mengefisienkan alokasi waktu. (4) Hasil penerapan metode bermain peran terbukti efektif meningkatkan keberanian, pemahaman materi, dan antusiasme siswa, serta mendorong internalisasi nilai-nilai PAI dalam perilaku sehari-hari anak di sekolah dan masyarakat.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">371.36 Metode Pengajaran, Metode Pembelajaran</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2007-08-09</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS TARBIYAH</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>