eprintid: 78578 rev_number: 11 eprint_status: archive userid: 12460 dir: disk0/00/07/85/78 datestamp: 2026-10-02 03:27:57 lastmod: 2026-10-02 03:27:57 status_changed: 2026-10-02 03:27:57 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: muh.khabib@uin-suka.ac.id creators_name: Mulyadi, NIM.: 91311510 title: TINJAUAN YURIDIS DAN SOSIOLOGIS TERHADAP HIDUP BERSAMA TANPA NIKAH (KUMPUL KEBO) DAN PENANGGULANGANNYA DI DESA SRIHARDONO KECAMATAN PUNDONG KABUPATEN BANTU (STUDI KASUS TIGA KELUARGA) ispublished: pub subjects: 346.01 divisions: PerA full_text_status: restricted keywords: Hidup Bersama Tanpa Nikah, Kumpul Kebo, Tinjauan Yuridis-Sosiologis, KUA Pundong, Maslahah note: Prof. Drs. H. Asjmuni A. Rahman dan Drs. Khoiruddin Nasution, MA. - Digitalisasi abstract: Pernikahan merupakan ikatan sakral (mitsaqan galizan) yang diatur secara tegas dalam syariat Islam dan hukum positif (UU No. 1 Tahun 1974) untuk menjamin kepastian hukum, kehormatan nasab, dan kemaslahatan keluarga. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena penyimpangan perilaku seksual berupa praktek hidup bersama tanpa nikah (kumpul kebo atau samen leven) pada sebagian masyarakat Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran praktek kumpul kebo secara langsung, menganalisis faktor-faktor penyebabnya, serta mengevaluasi upaya penanggulangan yang dilakukan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pundong. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif-analitis kualitatif dengan pendekatan yuridis (hukum Islam dan hukum positif) serta sosiologis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, kuesioner terbuka, dan studi pustaka terhadap tiga keluarga praktisi kumpul kebo serta pihak-pihak terkait. Data dianalisis secara kualitatif dengan metode penalaran induktif, deduktif, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:Dampak Yuridis & Sosiologis: Praktek kumpul kebo menimbulkan ketidakpastian hukum di mana istri dan anak tidak memiliki jaminan hak keperdataan (anak hanya dinasabkan kepada ibu), serta memicu diskriminasi dan pengucilan secara sosial di lingkungan masyarakat. Faktor Penyebab: Terjadinya fenomena ini didominasi oleh dua faktor utama, yaitu faktor pendidikan (rendahnya pemahaman dan kesadaran hukum agama) serta faktor sosial-ekonomi (kondisi ekonomi lemah yang mendorong pencarian jalan praktis tanpa biaya pernikahan). Upaya Penanggulangan: KUA Kecamatan Pundong melakukan langkah penanggulangan yang bersifat preventif (penyuluhan hukum perkawinan), represif, dan kuratif (pembimbingan serta pemfasilitasan akad nikah yang sah). Langkah ini sesuai dengan prinsip usul fikih dar'u al-mafasid aula min jalbi al-masalih (menolak kemudaratan lebih diutamakan daripada mengambil kemaslahatan). date: 1999-09-09 date_type: published pages: 100 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS SYARI'AH thesis_type: skripsi thesis_name: other citation: Mulyadi, NIM.: 91311510 (1999) TINJAUAN YURIDIS DAN SOSIOLOGIS TERHADAP HIDUP BERSAMA TANPA NIKAH (KUMPUL KEBO) DAN PENANGGULANGANNYA DI DESA SRIHARDONO KECAMATAN PUNDONG KABUPATEN BANTU (STUDI KASUS TIGA KELUARGA). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78578/1/91311510_BAB%20I_BAB%20PENUTUP%20dan%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78578/2/91311510_BAB%20II%20sampai%20BAB%20V.pdf