relation: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78583/ title: TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP GADAI TANAH SAWAH DI DESA CINTAJAYA KECAMATAN LAKBOK KABUPATEN CIAMIS PROPINSI JAWA BARAT creator: UM. Munzakiah, NIM.: 91321274 subject: 297.4 Hukum Islam description: Praktik gadai dalam hukum Islam (rahn) pada dasarnya disyariatkan sebagai jaminan utang (wasiqah bi al-dain) dan bukan untuk mencari keuntungan semata. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tradisi gadai tanah sawah (ngajual akad atau gade) di Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, di mana penerima gadai (murtahin) menguasai penuh hak garap serta memungut seluruh hasil panen sawah selama masa penggadaian berlangsung hingga penggadai (rahin) melunasi utangnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan praktik ngajual akad tersebut menurut hukum Islam serta meninjau pemanfaatan barang gadai oleh murtahin dari sudut pandang kemaslahatan dan kemudaratan (maslahah dan mafsadah) serta konsep 'urf. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif-analitis dengan pendekatan normatif dan sosial-budaya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara terarah terhadap penggadai (rahin), penerima gadai (murtahin), serta tokoh masyarakat dan aparat Desa Cintajaya. Data dianalisis secara kualitatif mengunakan pola penalaran induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:Keabsahan Menurut Rukun dan Syarat: Dari segi rukun dan syarat dasar perjanjian gadai (rahn), praktik di Desa Cintajaya dinyatakan sah. Namun, dari segi pemanfaatan barang gadai secara penuh oleh murtahin, praktik ini dilarang karena bertentangan dengan ketentuan nas syariat Islam yang menetapkan bahwa manfaat barang gadai merupakan hak milik penggadai (rahin). Oleh karena itu, tradisi tersebut dikategorikan sebagai 'urf fasid (adat istiadat yang rusak/salah) sehingga tidak sah untuk diamalkan. Tinjauan Maslahah dan Mafsadah: Pemanfaatan tanah sawah secara penuh oleh murtahin mengandung unsur kerugian (mafsadah atau madarat) serta ketidakadilan bagi rahin, meskipun rahin telah menyatakan merela-kannya dan murtahin tidak mensyaratkannya secara tertulis saat akad. Untuk menegakkan nilai keadilan, pemanfaatan barang gadai oleh murtahin seharusnya hanya sebatas pengganti biaya pemeliharaan atau dialihkan menggunakan akad bagi hasil (muzara'ah atau mukhabarah). date: 1999-07-23 type: Thesis type: NonPeerReviewed format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78583/1/91321274_BAB%20I_BAB%20PENUTUP%20dan%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78583/2/91321274_BAB%20II%20sampai%20BAB%20IV.pdf identifier: UM. Munzakiah, NIM.: 91321274 (1999) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP GADAI TANAH SAWAH DI DESA CINTAJAYA KECAMATAN LAKBOK KABUPATEN CIAMIS PROPINSI JAWA BARAT. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.