%A NIM.: 02410997 Ismatul Maula %O Drs. H. Abel Shomad. M.A - Digitalisasi %T PERKEMBANGAN RANAH AFEKTIF SANTRI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PONDOK PESANTREN AL-MUNAWWIR KRAPYAK YOGYAKARTA %X Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang perkembangan pada ranah afektif santri dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Pondok Pesantren al-Munawwir Komplek Nurussalam Putri Krapyak Yogyakarta. Penelitian ini lebih memfokuskan pada perkembangan ranah afektif dari pembelajaran akhlak: pada tata cara pergaulan atau adab dalam pergaulan di Madrasah al-Banat di Komplek Nurussalam Putri yang merupakan salah satu bagian dari Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak Yogyakarta. Populasi dalam penelitian kali ini adalah santri kelas 1 Madrasah al-Banat yang berjumlah 16 santri. Perolehan hasil penelitian ini melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, data usaha ustadz dalam pembelajaran akhlak diperoleh dengan metode wawancara dan metode observasi digunakan untuk memperoleh data tentang perkembangan ranah afektif santri dalam kehidupan sehari-hari, penilaian terhadap ranah afeksi menggunakan teori Krathwohl dkk melalui 5 tahapan yaitu: Penerimaan (Receiving), Pemberian respon (Responding), memberi penilaian (Valuing), Mengorganisasi (Organizing), dan Pengkarakterisasian Nilai (Characterization). Yang tercantum dalam materi akhlak berupa: keceriaan wajah (Keramahan), bersikap lembut, mendengarkan ungkapan teman (menjadi pendengar setia), ketetapan hati tanpa sombong (tegas), tenang tatkala bercanda (tidak berlebihan dalam bercanda), memaafkan orang lain dari kesalahan, menjadi pelipur lara bagi teman, tidak membanggakan diri dengan kedudukan dan kekayaan, menepati janji, menolong sesama. Sedangkan data dokumentasi untuk memperoleh data tentang letak geografis, struktur organisasi, keadaan ustadz, keadaan santri, keadaan fasilitas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut terdapat adanya perubahan dalam tingkah laku santri antara sebelum dan setelah pembelajaran akhlak, dan analisis yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah analisis kualitatif berupa deskriptif analysis. Hasil analisis menunjukan: 1). Dalam upaya pengembangan ranah afektif santri dalam pembelajaran akhlak di Pondok Pesantren al-Munawwir Komplek Nurussalam Putri Krapyak Yogyakarta menggunakan materi-materi Untuk Kelas I Madrasah al-Banat mempelajari kitab Taisirul Khollaq, Kelas II kitab Ta'limul Muta'alim, Kelas III kitab Minhajul Muslim. 2) Proses Perkembangan ranah afektif santri dalam pembelajaran akhlak di Pondok Pesantren al-Munawwir Komplek Nurussalam Putri Krapyak Yogyakarta berlangsung cukup baik, adanya perubahan terhadap tingkah laku santri dalam pergaulannya, perubahan yang menuju pada hal-hal yang positif, meskipun pada awalnya dari kebanyakan santri memasuki dunia pondok berasal dari lingkungan luar yaitu orang tua, akan tetapi lama kelamaan timbulnya penerimaan yang baik dan kesadaran yang baik dari diri santri terhadap pembelajaran ilmu-ilmu agama. Dengan adanya receiving (penerimaan yang baik) dari diri sendiri terhadap pembelajaran akhlak di dalam kelas, responding (pemberian respon terhadap menjelang pembelajaran, dengan memberi motivasi terhadap teman, perhatian terhadap pembelajaran di dalam kelas, Valueing (penilaian) dapat ditunjukan dengan ketika menerima nasihat dari ustadz, memberikan pendapat atau penilaian terhadap hal-hal yang menuju kebaikan. Organization (pengorganisasian nilai-nilai) dapat ditunjukan dengan keinginan dari diri sendiri tanpa paksaan. Characterization (karakterisasi nilai) nilai-nilai tersebut sudah menjadi karakter dalam diri seseorang, hal ini dapat ditunjukan dengan sikap yang telah menjadi karakter dalam diri seseorang. 3) Perkembangan ranah afektif santri dalam pembelajaran akhlak memiliki dampak yang positif, adanya perubahan dalam diri santri yang meliputi hal-hal seperti, Receiving, Responding, Valueing, Organizing, Characterization, seperti sikap yang telah ditunjukan santri berupa sikap, suka menolong orang lain, bersikap ramah dan sayang, bersikap memaafkan, menjaga rahasia teman, tidak berlebihan dalam bercanda, 4) Adapun faktor pendukung dalam pengembangan ranah afektif adalah berupa adanya iklim pesantren yang religius, adanya lembaga yang mengkaji dan memotivasi, sarana organisasi pondok yang memiliki daya dorong menjadi dakwah hasanah, kehidupan keseharian yang berbasis kemandirian dan kesederhanaan. Adapun faktor penghambat dalam pengembangan ranah afektif santri dalam pembelajaran akhlak adalah berupa: bahwa kehidupan santri tidak selamanya berada di lingkungan pondok pesantren, beragamnya nilai-nilai yang berada di luar pesantren yang mampu diakses oleh santri dan latar belakang yang mempengaruhi dalam proses pembelajaran akhlak di pondok pesantren, hal ini merupakan optimalnya aktifitas yang baik dalam kehidupan sehari-hari, maka jika dirumuskan dengan kata-kata secara umum, bahwa hasil dari proses pembelajaran akhlak tersebut sudah efektif dan efisien dengan hasil yang cukup baik. %K Ranah Afektif, Pembelajaran Akhlak, Pendidikan Agama Islam %D 2007 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib78606