%0 Thesis %9 Skripsi %A Aria Juliatman Syamsir, NIM.: 04360013 %B FAKULTAS SYARI'AH DAN HUKUM %D 2009 %F digilib:78621 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Pemerintahan Islam, Politik, Demokrasi %P 161 %T KONSEP PEMERINTAHAN ISLAM STUDI KOMPARASI ANTARA PEMIKIRAN POLITIK AYATULLAH IMAM KHOMEINI DAN MUHAMMAD 'ABID AL-JABIRI %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78621/ %X Diskursus tentang masalah konsep pemerintahan dalam pandangan Islam merupakan sesuatu yang selalu menarik. Dikatakan menarik, karena setiap komunitas Islam mempunyai latar belakang sosial, ekonomi, budaya dan politik serta kemampuan menafsirkan teks yang berbeda. Persoalan sistem pemerintahan, apakah bersumber pada doktrin Islam atau berasal dari Barat, bukanlah persoalan yang patut diperdebatkan secara terus menerus, karena yang paling penting itu suatu pemerintahan seharusnya memberikan rasa aman, keadilan, kesejahteraan dan nilai-nilai kemanusiaan lainnya. Dalam penelitian ini penulis mencoba untuk merumuskan sebuah rumusan masalah yakni bagaimana pandangan Ayatullah Imam Khomeini dan Muhammad 'Abid al-Jabiri mengenai konsep pemerintahan Islam? Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kepustakaan murni. Semua karya-karya yang terkait dengan penelitian ini dijadikan sebagai bahan rujukan untuk membaca pemikiran tokoh. Untuk menganalisis data penulis mempergunakan metode deskriptif-komparatif-analitis. Hasil yang diperoleh adalah, ada beberapa negara dalam sistem pemerintahan yang mencoba untuk mengikuti sistem pemerintahan Rasulullah SAW dan para sahabat sebagai acuan saat ini adalah sistem pemerintahan Iran dan pemerintahan Maroko. Dalam sistem pemerintahan ini Republik Islam Iran lebih dikenal dengan sistem pemerintahan Wilayatul Faqih, yang mana pencetus dan penggerak dari pemerintahan ini adalah Ayatullah Imam Khomeini. Khomeini mengatakan bahwa pemerintahan Islam adalah pemerintahan rakyat dengan berpegang pada hukum Tuhan. Tuhan merupakan satu-satunya pembuat undang-undang. Pemerintahan ini lebih condong bersifat theokrasi. Lain pula dengan 'Abid al-Jabiri, yang mana menurutnya konsep pemerintahan Islam adalah menganut sistem demokrasi. Demokrasi yang dalam Islam disebut syura yang sifatnya hanya "konsultasi yang tidak mengikat" sama sekali berbeda dengan demokrasi. Anggapan yang mengatakan bahwa syura dan demokrasi adalah sama, disebabkan oleh imbas dari sikap ideologi populer Arab yang enggan menggunakan kata-kata asing dan bertopang sepenuhnya pada kata-kata Arab Islam yang "otentik". Kesimpulan yang diperoleh adalah, bahwa konsep pemerintahan Wilayatul Faqih berbeda dengan pemerintahan Demokrasi. Entah itu dilihat dari sejarahnya maupun penerapannya. %Z Drs. Octoberrinsyah, M.Ag dan Gusnam Haris, S.Ag., M.Ag - Digitalisasi