TY - THES N1 - Prof. Dr. Moch. Nur Ichwan S.Ag., M.A. ID - digilib78622 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78622/ A1 - Ahmad Buhori, NIM.: 24200011052 Y1 - 2026/08/18/ N2 - Penelitian ini mengkaji fenomena ?dugem halal? di Republik Dendy Café (RDC), Kediri, sebagai bentuk baru budaya hiburan malam yang mengalami proses glokalisasi dan islamisasi di kalangan santri urban. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses glokalisasi budaya hiburan dalam praktik dugem halal, memahami bagaimana santri urban memaknai dan menegosiasikan nilai-nilai keislaman di ruang tersebut, serta menganalisis bagaimana pemaknaan dan negosiasi itu membentuk identitas santri urban di tengah kehidupan perkotaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma kritis dan jenis penelitian lapangan (field research), melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta studi dokumen terhadap pengelola, talent, dan pengunjung RDC. Penelitian ini mengintegrasikan tiga pilar teori: glokalisasi budaya, islamisasi hedonisme, dan identitas Muslim urban. Glokalisasi menjelaskan fenomena ?dugem halal? sebagai titik temu budaya global, lokal, dan agama. Islamisasi hedonisme menggambarkan negosiasi hiburan modern agar selaras dengan norma Islam. Identitas Muslim urban dibaca melalui dua momen sekaligus identitas sebagai sesuatu yang sudah dimiliki (being) dari latar belakang pesantren, dan identitas sebagai sesuatu yang terus-menerus dikerjakan (becoming) melalui pilihan tempat hiburan, cara berpakaian, dan cara menjaga batas di ruang publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa glokalisasi hiburan di RDC berlangsung melalui seleksi unsur hiburan malam global, seperti musik DJ dan suasana pesta, dengan meniadakan alkohol, narkoba, serta perilaku negatif. Seleksi ini bukan semata inisiatif spontan pengunjung, melainkan kebijakan operasional yang secara sadar dirancang oleh pengelola RDC sebagai strategi bisnis. Strategi ini dirancang pengelola melalui konsep usaha ganda: kafe keluarga pada siang hari dan ruang ?dugem halal? pada malam hari. Negosiasi nilai Islam terlihat melalui fasilitas ibadah, pembatasan jam hiburan, dan suasana tertib. Namun, penelitian juga menemukan adanya kelonggaran penafsiran ?halal?, terutama terkait hiburan, gaya busana talent, dan promosi media sosial. Identitas santri urban tampak melalui pilihan ruang hiburan ?halal?, pengendalian konsumsi alkohol, kepatutan berpakaian, serta narasi diri yang menegaskan adaptasi tanpa meninggalkan nilai agama. Dengan demikian, dugem halal membentuk identitas adaptif dan religius, sekaligus mempertemukan kepentingan bisnis halal dengan negosiasi kesalehan dan kesenangan santri urban. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Dugem Halal KW - Glokalisasi KW - Islamisasi Hedonisme KW - Identitas Santri Urban KW - Kelonggaran Halal M1 - masters TI - GLOKALISASI, ISLAMISASI BUDAYA HIBURAN DAN PEMBENTUKAN IDENTITAS SANTRI URBAN: STUDI FENOMENA ?DUGEM HALAL? DI REPUBLIK DENDY CAFE, KEDIRI AV - restricted EP - 142 ER -