<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>HALALISASI MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG): RESPONS SATUAN PELAYANAN PEMENUHAN GIZI (SPPG) TERHADAP KEBIJAKAN SERTIFIKASI HALAL DI KABUPATEN BANTUL DIY</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 24200011053</mods:namePart><mods:namePart type="family">Mohamad Abdul Hanif</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini mengangkat pokok bahasan dinamika implementasi kebijakan wajib&#13;
sertifikasi halal pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan&#13;
Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bantul, DIY. Tujuan penelitian ini adalah&#13;
menganalisis tata kelola kebijakan jaminan halal kolaborasi BPJPH–BGN, menguji&#13;
signifikansi tekanan institusional makro versus determinan keperilakuan mikro&#13;
dalam kepatuhan SPPG, serta menelaah fenomena komodifikasi agama dan&#13;
formulasi kebijakan publik Islam. Pertanyaan penelitian berfokus pada: bagaimana&#13;
integrasi regulasi halal-higienitas dioperasionalkan, faktor apa yang mendominasi&#13;
kepatuhan operasional pengelola, dan bagaimana praktik sertifikasi tersebut&#13;
ditinjau dari perspektif komodifikasi agama serta maqāṣid al-syarī‘ah.&#13;
Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus pada tujuh SPPG dengan kerangka&#13;
Teori Isomorfisme Institusional, Theory of Planned Behavior (TPB), Komodifikasi&#13;
Agama, dan Kebijakan Publik Islam Basma Abdelgafar, penelitian ini berargumen&#13;
bahwa kepatuhan halal tidak sekadar digerakkan oleh paksaan koersif struktural,&#13;
melainkan dimediasi secara kritis oleh persepsi kontrol perilaku dan norma&#13;
subjektif, di mana intervensi negara bercorak command-style fiqh mereduksi&#13;
kesatuan substansi ḥalālan ṭayyiban menjadi formalisme birokrasi semata. Hasil&#13;
penelitian membuktikan bahwa Theory of Planned Behavior jauh lebih dominan&#13;
menjelaskan variasi kepatuhan riil dibanding tekanan institusional makro. Tekanan&#13;
koersif negara sebatas membentuk latar administratif formal, sedangkan eksekusi&#13;
operasional di lapangan ditentukan oleh norma subjektif yayasan serta hambatan&#13;
kontrol perilaku berupa keterbatasan pagu anggaran dan ketertelusuran pasokan&#13;
bahan baku lokal. Di samping itu, sertifikasi halal terbukti mengalami komodifikasi&#13;
agama yang menggeser nilai kesucian syariat (use value) menjadi komoditas pasar&#13;
dan instrumen legitimasi operasional (exchange value). Melalui kerangka kebijakan&#13;
publik Islam Basma Abdelgafar, tata kelola jaminan halal semestinya melampaui&#13;
formalisme administrasi menuju perwujudan kemaslahatan publik (al-maṣlaḥah al-&#13;
‘āmmah) yang mengintegrasikan aspek halal dan ṭayyibsecara utuh guna menjamin&#13;
perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs) dan pemeliharaan agama (ḥifẓ al-dīn) secara&#13;
simultan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.7 Bisnis Halal</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-08-18</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;PASCASARJANA</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>