%0 Thesis %9 Masters %A Pradika Yoga Pratama, NIM.: 24200011060 %B PASCASARJANA %D 2026 %F digilib:78645 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Hunian Syariah, Mahasiswa Perantau, Risiko Modernitas, Well-Being %P 145 %T RISIKO MODERNITAS DAN KUALITAS WELL BEING MAHASISWA: STUDI KASUS HUNIAN SYARIAH DI YOGYAKARTA %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78645/ %X Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengalaman mahasiswa perantau dalam menghadapi berbagai ketidakpastian kehidupan perkotaan di Yogyakarta, seperti keterbukaan pergaulan, berkurangnya pengawasan keluarga, tekanan gaya hidup, serta tuntutan untuk hidup mandiri. Kondisi tersebut dapat memengaruhi rasa aman, kenyamanan, ketenangan, dan kualitas well-being mahasiswa. Dalam konteks tersebut, hunian syariah menjadi salah satu pilihan tempat tinggal yang menarik untuk dikaji karena tidak hanya menawarkan kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga lingkungan yang memiliki aturan, nilai, dan pola interaksi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konstruksi risiko modernitas memengaruhi persepsi mahasiswa terhadap well-being serta bagaimana strategi mitigasi risiko dibangun melalui hunian syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap sepuluh mahasiswa perantau yang tinggal di hunian berbasis atau berlabel keislaman di beberapa kawasan Yogyakarta. Data dianalisis melalui proses coding dan kemudian diinterpretasikan menggunakan perspektif Teori Masyarakat Risiko Ulrich Beck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa perantau memaknai risiko modernitas terutama melalui pengalaman menghadapi lingkungan pergaulan yang lebih terbuka, lemahnya kontrol sosial dan pengawasan keluarga, tekanan gaya hidup, serta tuntutan kemandirian. Risiko tersebut tidak secara otomatis menurunkan well-being, tetapi memengaruhi cara mahasiswa menilai rasa aman, kenyamanan, ketenangan, dan kemampuan mengelola kehidupan sehari-hari. Mahasiswa merespons kondisi tersebut melalui berbagai strategi, seperti pengendalian diri, komunikasi dengan keluarga, aktivitas keagamaan, dukungan sosial, hingga pemanfaatan bantuan profesional. Hunian syariah menjadi salah satu strategi mitigasi karena menyediakan lingkungan yang dianggap lebih aman, tenang, teratur, dan sesuai dengan nilai yang dianut. Aturan mengenai pergaulan, penerimaan tamu, aktivitas sehari-hari, serta lingkungan sosial yang relatif homogen membantu mahasiswa membangun keteraturan, menjaga batas diri, dan mengurangi paparan terhadap risiko yang mereka persepsikan. Pengalaman tersebut berkaitan dengan subjective well-being dan psychological well-being, khususnya dalam bentuk ketenangan, pengelolaan diri, kemandirian, dan kemampuan mengatur kehidupan. Namun, hunian syariah tidak dipahami sebagai solusi tunggal karena lingkungan yang relatif homogen juga memiliki keterbatasan dalam membentuk kemampuan mahasiswa untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan sosial yang lebih beragam. %Z Ambar Sari Dewi, S.Sos., M.Si., Ph.D.