<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>FILANTROPI FANDOM K-POP DI MEDIA SOSIAL X ANALISIS JEJARING DENGAN LEMBAGA FILANTROPI</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 24200011097</mods:namePart><mods:namePart type="family">Eka Novita Sari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini mengkaji praktik filantropi berbasis fandom K-Pop di media sosial X dengan fokus pada jejaring yang dibangun antara komunitas penggemar dan lembaga filantropi. Fenomena ini menunjukkan bahwa aktivitas fandom tidak lagi terbatas pada konsumsi budaya populer, tetapi berkembang menjadi ruang partisipasi sosial melalui berbagai kegiatan kemanusiaan, penggalangan dana, kampanye lingkungan, dan bantuan kebencanaan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis bentuk praktik filantropi yang dilakukan komunitas fandom, faktor-faktor yang mendorong keterlibatan anggota, serta pola hubungan yang terjalin antara fandom dan lembaga filantropi dalam mendukung efektivitas penyaluran bantuan.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi. Data diperoleh melalui observasi aktivitas komunitas fandom di media sosial X, wawancara mendalam dengan anggota komunitas, serta dokumentasi berbagai kampanye filantropi yang dilakukan oleh empat komunitas fandom, yaitu Greencitzen, SapphireosTeam, Mydayjarssocpro, dan XKwavers. Data dianalisis secara tematik dengan mengacu pada konsep budaya partisipatif, identitas sosial, dan masyarakat jejaring.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik filantropi fandom di media sosial X berkembang melalui kombinasi antara solidaritas komunitas, identitas kolektif fandom, pengaruh nilai-nilai yang dibawa idola, serta kepedulian terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan. Media sosial X berperan sebagai ruang yang memfasilitasi mobilisasi sumber daya, penyebaran informasi, dan koordinasi aksi filantropi secara cepat dan partisipatif. Penelitian ini juga menemukan bahwa kolaborasi dengan lembaga filantropi seperti Rumah Zakat, Kitabisa, dan lembaga kemanusiaan lainnya menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan anggota, meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana, serta memperluas jangkauan bantuan. Selain menghasilkan manfaat sosial bagi penerima bantuan, praktik filantropi juga berfungsi sebagai sarana pembentukan identitas dan representasi positif fandom di ruang publik digital. Dengan demikian, filantropi fandom dapat dipahami sebagai bentuk partisipasi sosial generasi muda yang memadukan budaya populer, teknologi digital, dan aksi kemanusiaan dalam sebuah jejaring kolaboratif.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">361.3 Pekerjaan Sosial, Filantropi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-08-06</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;PASCASARJANA</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>