%0 Thesis %9 Skripsi %A AFIFUDDIN, 00110236 %B FAKULTAS ADAB DAB ILMU BUDAYA %D 2006 %F digilib:78669 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Sultan dalam al Qur'an, analisis semantik, analisis sastra al Qur'an %P 68 %T KALIMAH "AL SULTAN" FI AL QUR'AN AL KARIM: Dirasah tahliliyah Dilaliyah %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78669/ %X AI-Qur'an adalah kalamullah yang diturunkan olch Malaikat Jibril a.s. kepada Rasululloh Muhammad SAW dengan lafadz-lafadz Arab dan makna-­makna yang benar, agar menjadi bukti bagi Rosul bahwa beliau adalah utusan Allah, menjadi undang-undang dan petunjuk bagi manusia, menjadi sarana taqorrub dengan membacanya. Al-Qur'an merupakan kitab (mudawwan) di antara dua sampul mushaf yang dimulai dengan surat AI-Fatihah dan diakhiri dengan surat An-Nas yang sampai kepada kita dengan cara mutawattir, baik berupa tulisan maupun lisan dari generasi ke generasi, terjaga dari semua bentuk perubahan atau penggantian kebenaran-kebenaran firman Allah SWT. Kita membaca al-Qur'an tidak hanya untuk memperoleh berkahnya saja, lebih dari itu, untuk memperoleh berkahnya yang agung, kita harus mengerti. memahami dan mendalami makna dan maksud yang terkandung di dalamnya, sehingga pehamaman tentang al-Qur'an secara benar merupakan suatu kemutlakan. Salah satu kata yang sering disebutkan dalam al-Qur'an adalah kata al Sultan. Di dalam al-Qur'an, kata sultan dan musytaq (pecahan)-nya disebutkan sebanyak sebanyak 39 kali. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kata tersebut untuk dipahami lebih rnendalam. Berangkat dari masalah di atas, penulis memandang perlu untuk melakukan penelitian lebih jauh tentang makna kata sultan dan pecahannya dalam al-Qur'an tersebut, sehinga nantinya penelitian ini akan menjawab pertanyaan tentang rnakna kata sultan dan pecahannya yang ada dalam al-Qur'an. Untuk meneliti makna kata sultan dan pecahannya yang ada dalam al ­Qur'an tersebut, penulis menggunakan pendekatan analisis semantik. Semanlik merupakan suatu cabang ilmu bahasa yang membahas tentang makna.