@mastersthesis{digilib78685, month = {August}, title = {MERAWAT KEPEDULIAN UNTUK PALESTINA: AGENSI TOKOH PUBLIK PEREMPUAN DALAM GERAKAN FILANTROPI DI INDONESIA}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 24200011101 Halimatussa?diah}, year = {2026}, note = {Dr. Phil. Munirul Ikhwan, Lc., M.A.}, keywords = {Agensi Perempuan, Filantropi Palestina, Tokoh Publik Perempuan}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78685/}, abstract = {Penelitian ini membahas agensi tokoh publik perempuan dalam gerakan filantropi Palestina di Indonesia dengan berfokus pada Asma Nadia, Maryam Rachmayani Yusuf, dan Yuli Mumpuni Widarso. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin meluasnya dukungan masyarakat Indonesia terhadap Palestina, yang tidak hanya hadir melalui aksi solidaritas dan kampanye digital, tetapi juga melalui gerakan filantropi, edukasi publik, simbol solidaritas, serta jaringan kelembagaan. Dalam perkembangan tersebut, perempuan tidak hanya hadir sebagai donatur atau pendukung, tetapi juga sebagai aktor yang membangun narasi, mengorganisasi kepedulian, dan menggerakkan dukungan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan studi kasus multipel. Data utama diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tiga tokoh publik perempuan, serta didukung oleh penelusuran dokumen, media digital, dan sumber daring yang relevan. Kerangka teori yang digunakan adalah teori agensi Mustafa Emirbayer dan Ann Mische yang memahami agensi sebagai proses sosial yang bersifat temporal dan relasional. Teori ini digunakan untuk menganalisis bagaimana pengalaman masa lalu (iterational), orientasi terhadap masa depan (projective), serta kemampuan aktor mengevaluasi situasi sosial tertentu (practical-evaluative) membentuk tindakan tokoh publik perempuan dalam gerakan filantropi Palestina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agensi ketiga tokoh terbentuk melalui pengalaman hidup, pendidikan, nilai, posisi sosial, dan jaringan yang berbeda. Asma Nadia memperlihatkan agensi kreatif melalui karya, media, komunitas pembaca, film, dan Jilbab Traveller for Humanity. Maryam Rachmayani Yusuf menunjukkan agensi kelembagaan melalui Adara Relief International, edukasi kepalestinaan, jaringan organisasi perempuan, dan kerja sama dengan NGO Palestina. Sementara itu, Yuli Mumpuni Widarso memperlihatkan agensi advokatif-edukatif melalui pengalaman diplomasi, pendidikan publik, MUI, media, dan jaringan lembaga filantropi. Penelitian ini menemukan bahwa gerakan filantropi Palestina melalui tokoh publik perempuan memiliki karakter filantropis, edukatif, naratif dan simbolik, berjejaring, serta berkelanjutan. Dengan demikian, agensi tokoh publik perempuan tidak hanya menunjukkan kepedulian personal terhadap Palestina, tetapi juga menjadi penghubung antara nilai, pengetahuan, jaringan, dan tindakan filantropi di ruang publik Indonesia.} }