@phdthesis{digilib78702, month = {March}, title = {UPAYA MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN EKS GANGGUAN JIWA DALAM MENGURUS DIRI SENDIRI DAN BERSOSIALISASI DENGAN LINGKUNGAN SEKIT AR MELALUI PANTI SOSIAL BINA KARYA SIDOMULYO YOGYAKARTA SIDOMULYO YOGYAKARTA}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 04230033 Al Muntaqob Fida Rolyn}, year = {2009}, note = {Drs. Azis Muslim, M.Pd. - Digitalisasi}, keywords = {Gangguan jiwa; sosialisai; lingkungan; panti sosial}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78702/}, abstract = {Penelitian ini tentang program Panti dalam upaya mewujuclkan kemandirian eks ganggun jiwa dalam mengurus diri sendiri dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, sehingga pengbarapan terhadap harkat clan martabat manusia, dimana eks gangguan jiwa diterima dan dihargai sebagai pribadi yang utuh dalam kehidupan masyarakat sehingga dapat bersosialisasi kembali ke masyarakat dan pemberian kesempatan yng sama bagi eks gangguan jiwa dalam mengembangkan diri dan berperan serta dalam berbagai aktivitas kehidupan. Eks gangguan jiwa adalah orang yang pemah mengalarni gangguan pada fungsi kejiwaannya, seperti proses berfikir, emosi, kemauan dan prilaku. Eks gangguan jiwa disini aaJah mereka yang telah dinyatakan sembuh secara medis da.ri Rumah Sakit Jiwa artinya bahwa eks gangguan jiwa tidak mengamuk. Latar belakang munculnya gangguan kejiwaan adalah sulit dn terbatasnya ilmu pengetahuan, ekonomi, lapangan pekerjaan, sehingga mereka mengalami gangguan kejiwaan. Untu.k membantu eks gangguan jiwa dalarn mengembalikan fungsi-fungsi sosial sehingga dapat berperan kembali dalam keluarga dan masyarakat. Panti Sosial Bina Karya mengadakan program pelayanan dan a rehabilitasi yng didalamnya terdapat program kegiatan mewujudkan kemandirian eks gangguan jiwa sehingga eks gangguan jiwa dapat melakukan pekerjaan sehari-harinya tanpa bantuan orang lain dan dapat berkembang dengan baik jika diberikan kesempatan untu.k berkembang melalui kegiatan-kegiatan yang membentu.k kemandirian eks gangguan jiwa, perkembangan kemandirian eks gangguan jiwa sebaiknya perlu dibina sesuai dengan kemampuannya. Tujuan penelitiannya adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis program upaya mewujudkan kemandirian eks gangguan jiwa melalui Panti Sosial Bina Karya terutama eks gangguan jiwa dalam mengurus diri sendiri dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Untuk mancapai tujuan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu metode untuk menggambarkan suatu peristiwa dengan kata-kata menurut kategori untuk diambil Kesimpulan. Kegunaan penelitian secara teoritis adalah sebagai sumbangan ilmu pengetahuan tentang upaya mewujuclkan kemandirian eks gangguan jiwa melalui Panti Sosial Bina Karya terutama eks gangguan jiwa daJam mengurus diri sendiri dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Kegunaan secara praktis adalah sebagai bahan pertimbangan terhaap upaya mewujudkan kemandirian eks gangguan jiwa pada Dinas Sosial Panti Sosial Bina Karya. Lokasi penelitian ini dilakukan di Panri Sosial Bina Karya, Kecamatan Tegal Rejo Propinsi DI. Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah kualitatif jenis penelitian bersifat deskriptif . Pengambilan data dilakukan secara wawancara , observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah terbantu.nya eks gangguan jiwa yang selama ini kurang mendapatkan perhatian dari keluarga. masalah ekonomi, tidak ada dukungan dari masyarakat, pandangan masyarakat, dan dapat meringankan beban keluarga, sehingga mereka dapat diterima dengan apa yang mereka miliki. Adanya kegiatan mewujudkan kemandirian eks gangguan jiwa melalui Panti Sosial Bina Karya ini sangat membantu keluarga dan masyarakat. Upaya mewujudkan kernandirian bagi eks gangguan jiwa adalah suatu pelayanan dan rehabilitasi Panti Sosial Bina Karya dalam mengembalikan fu.ngsi-fungsi sosial eks gangguan jiwa sehingga mereka dapat berperan kembali di keluarga dan di masyarakat dan berdampak positif. Tetapi upaya mewujudkan kemandirian eks gangguan jiwa belum berhasil secara maksimal karena menumbuhkan dan mengarahkan kemandirian eks gangguan jiwa bukanlah hat yang mudah, mengingat keterbatasan dan kemampuan yang mereka miliki diperlukan usaha yang maksimal, waktu yang lebih lama., serta cara-cara dan pendekatan yang tentunya berbeda menghadapi orang normal dan eks gangguan jiwa juga masih mungkin mengalami gangguan kejiwaan, karena mereka dalam proses penyembuhan dan masih mengalami perubahan pada diri mereka .} }