TY - THES N1 - Bapak Drs. Masyhudi dan Drs. H.H. Khalili - Digitalisasi ID - digilib78727 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78727/ A1 - Sulkhani, NIM.: 89210528 Y1 - 1994/07/23/ N2 - Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran media massa cetak (pers) sebagai sarana dakwah Islamiah yang efektif dalam mengimbangi pesatnya arus informasi dan perubahan sosial-masyarakat. Meskipun memiliki potensi jangkauan pembaca yang sangat luas, porsi penulisan dan ruang pemuatan untuk artikel agama Islam pada harian umum non-pers Islam sering kali sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi pemuatan, kriteria penulis, kriteria tulisan yang dimuat, serta pesan/tipe dakwah agama Islam yang disampaikan pada surat kabar harian umum Suara Merdeka dan Bernas selama tahun penerbitan 1993, sekaligus mengidentifikasi persamaan dan perbedaan di antara keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi komparatif (causal comparative studies). Jenis metode analisis yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian meliputi seluruh artikel agama Islam yang dimuat pada harian Suara Merdeka (Semarang) dan Bernas (Yogyakarta) sepanjang tahun 1993. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, wawancara dengan pihak redaksi dan pimpinan, serta observasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Frekuensi dan Penulis: Harian Suara Merdeka memuat sebanyak 75 artikel agama Islam (9,9% dari total keseluruhan artikel) selama tahun 1993, dengan frekuensi tertinggi berada pada bulan Ramadan/Syawal (Februari?Maret). Sebagian besar penulisnya berasal dari kalangan akademisi, tokoh masyarakat/pesantren, serta cendekiawan luar. Sementara itu, harian Bernas memuat artikel agama Islam dengan frekuensi pemuatan yang disesuaikan dengan dinamika isu aktual daerah serta ruang keredaksian yang tersedia, dengan kontribusi penulis dominan dari kalangan akademisi/mahasiswa Yogyakarta. Karakteristik dan Pesan Tulis: Suara Merdeka cenderung menyoroti isu-isu politik Islam/geopolitik dunia Islam internasional (seperti konflik Bosnia dan Palestina) serta pemikiran dan pembaruan Islam. Di sisi lain, harian Bernas lebih menekankan pada diskursus dinamika pemikiran Islam, isu sosial-keagamaan, dakwah interaktif, serta ruang debat akademis mahasiswa. Persamaan dan Perbedaan: Persamaan kedua surat kabar terletak pada komitmennya memanfaatkan media massa umum sebagai wahana pendidikan/dakwah Islam berbasis prinsip independensi dan Pancasila, serta keterbukaan terhadap penulis dari luar keredaksian. Perbedaannya terletak pada fokus segmentasi pembaca, jangkauan sirkulasi/pemasaran, serta penekanan sudut pandang (orientasi isu internasional dan regional Jawa Tengah pada Suara Merdeka vs. orientasi Isu lokal Yogyakarta, pemikiran, dan akademis pada Bernas). PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Studi Komparatif; Artikel Agama Islam; Pers/Surat Kabar; Dakwah Media Cetak; Suara Merdeka KW - Bernas M1 - skripsi TI - STUDI KOMPARATIF TENTANG ARTIKEL AGAMA PADA SURAT KABAR SUARA MERDEKA DAN BERNAS AV - restricted EP - 152 ER -