<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>JIHAD DALAM TAFSIR AL-AZHAR</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 90530599</mods:namePart><mods:namePart type="family">M Rajuddin Musba</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran Hamka mengenai konsep jihad dalam Tafsir Al-Azhar, serta melihat relevansi dan kesesuaian antara makna jihad dengan etos kerja (amal saleh) dalam rangka pengabdian dan pengangkatan harga diri umat Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research). Sumber data primer utama yang digunakan adalah Tafsir Al-Azhar (Juz I sampai XXX) karya Hamka, sedangkan sumber sekunder meliputi buku-buku relevan mengenai etos kerja serta karya-karya Hamka lainnya. Pengumpulan data dilakukan dengan menginventarisasi dan mengklasifikasikan ayat-ayat jihad dalam Al-Qur'an berdasarkan kategori kata (fi'il atau isim) dan tempat turunnya (Makkiyah atau Madaniyah). Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara mendalam menggunakan pendekatan tekstual dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hamka mengartikan jihad sebagai upaya bekerja keras, bersungguh-sungguh, dan tidak mengenal lelah (pagi hingga petang) dengan mengorbankan harta bahkan jiwa untuk menegakkan agama Allah, di mana perang (harb) merupakan bagian dari jihad. Hamka sangat dominan memaknai jihad sebagai perjuangan dan kerja keras pada 11 ayat (seperti QS. Al-Ankabut: 6, 69; QS. Ash-Shaff: 11; QS. Al-Ma'idah: 35; QS. Al-Anfal: 72; QS. Al-Furqan: 52; QS. An-Nahl: 110; QS. Muhammad: 31; QS. Al-Hujurat: 15; dan QS. At-Taubah: 41), memaknainya sebagai kerja keras sekaligus berperang pada 4 ayat Madaniyah, serta membatasi maknanya khusus untuk berperang hanya pada 6 ayat Madaniyah. Penafsiran ini dipengaruhi oleh makna dasar kebahasaan (mencurahkan segenap kemampuan) serta kondisi sosial-politik umat Islam dan pengalaman hidup Hamka pada masa Orde Lama yang penuh tekanan dari kaum komunis. Implikasinya, makna jihad dapat ditransformasikan dalam kehidupan modern sebagai semangat juang dan etos kerja untuk meningkatkan martabat umat Islam demi meraih keridaan Allah.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">1998-07-25</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>