@phdthesis{digilib78797, month = {August}, title = {DAMPAK PERCERAIAN TERHADAP PENDIDIKAN AKHLAK ANAK DI KECAMATAN BERBAH KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 90811181 Umi Kholsum}, year = {1996}, note = {Drs. H. A. Soetjipto - Digitalisasi}, keywords = {perceraian; pendidikan akhlak anak; psikologi anak; Kecamatan Berbah}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78797/}, abstract = {Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi perceraian serta faktor-faktor penyebabnya di Kecamatan Berbah, memahami suasana keluarga setelah perceraian, dan menganalisis dampak perceraian terhadap pendidikan akhlak dan psikologi anak di wilayah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian meliputi pengurus BP4 Kecamatan Berbah, keluarga yang bercerai, serta sampel 40 anak dari keluarga bercerai yang dipilih dari populasi 160 anak menggunakan teknik sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, angket (multiple choice), wawancara (interview), dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan pola pikir induktif, deduktif, dan komparatif, serta analisis kuantitatif menggunakan perhitungan persentase sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perceraian di Kecamatan Berbah tergolong cukup tinggi, berkisar antara 20 hingga 35 pasang setiap tahunnya dari 100?200 pasangan yang menikah. Suasana kehidupan keluarga yang bercerai umumnya tampak berjalan biasa karena didukung oleh lingkungan pedesaan yang kental dengan rasa kekeluargaan dan ketersediaan lembaga keagamaan seperti TPA dan pengajian rutin. Dari segi tingkah laku dan akhlak luar, perceraian tidak menunjukkan dampak negatif yang signifikan pada anak (anak tetap rajin beribadah, mengaji, dan bersikap sopan santun). Namun demikian, dari sudut pandang psikologis, perceraian tetap memberikan dampak negatif tersembunyi berupa tercabutnya kasih sayang utuh dari kedua orang tua serta timbulnya perasaan kecewa pada diri anak.} }